Sabtu, 18 April 2026

Prof. Dr. Tsair al-Hallaq pernah mendapat pertanyaan bahwa guru dari sang penanya menyebut Ibnu Taimiyyah tidak konsisten dalam penilaiannya terhadap para tokoh: kadang ia memuji mereka dan kadang ia mencela?

Prof. Dr. Tsair al-Hallaq pernah mendapat pertanyaan bahwa guru dari sang penanya menyebut Ibnu Taimiyyah tidak konsisten dalam penilaiannya terhadap para tokoh: kadang ia memuji mereka dan kadang ia mencela? 

Beliau menjawab: 

Di antara kaidah manhaj Ibnu Taimiyyah adalah bahwa pada diri seseorang itu dapat berkumpul kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan. Jadi, ketika beliau memuji seseorang, maka beliau memujinya pada sisi kesesuaiannya terhadap Quran dan Sunnah. Pada saat beliau mencelanya, maka itu dikarenakan penyelisihannya terhadap Quran dan Sunnah. Itulah timbangan yang benar, bahkan termasuk derajat tertinggi dalam sikap adil, objektif, dan bersih dari hawa nafsu serta syahwat. 

Ibnu Taimiyyah memuji kalangan Asy’ariyyah terdahulu karena sanggahan mereka terhadap berbagai kelompok agama yang menyimpang, dan karena kesesuaian mereka dengan Ahli Hadis. Namun beliau juga mengkritik kalangan yang belakangan dari mereka, karena terpengaruh Jahmiyyah dalam pembahasan Asma wa Shifat. Beliau bersikap adil kepada seluruh lawannya, bahkan pun terhadap al-Hallaj, yang dibunuh dengan “pedang fatwa” dari dua kelompok: para fuqaha dan kalangan Sufi. Beliau menyampaikan bahwa ada perkara-perkara tidak valid yang dinisbatkan kepada al-Hallaj.

Bahkan beliau juga berlaku adil terhadap lawannya yang paling keras, yaitu Rafidhah. Beliau memuji kezuhudan sebagian tokoh mereka, dan bahwa melalui tangan mereka banyak orang masuk Islam. 

Demikianlah kaidah yang kokoh dan konsisten dalam warisan ilmiah beliau. Siapa yang menemukan adanya problem atau kegoncangan dalam hal tersebut, maka karena ia tidak membaca warisan ilmiah beliau dengan pembacaan yang benar dan objektif. Begitulah seseorang memusuhi terhadap apa yang tidak ia ketahui. Wallahu a‘lam. 

(Kutipan selesai.) 

☆☆☆ 

Note: Perhatikan bahwa sikap Ibnu Taimiyyah di atas berbeda dengan yang diterapkan oleh sebagian kalangan yang mengklaim (paling "sejati" atau "kokoh") di atas manhaj Salaf. 

— adniku 260419 

#moderatisme #wasathiyyah