#HORMATI_ULAMA
Syaikhuna, ada sebagian orang yang menisbatkan diri kepada Sunnah atau Salafiyyah, namun suka mencela para ulama, baik secara terang-terangan maupun sindiran. Bagaimana sikap penuntut ilmu terhadap mereka?
Syaikh Ubaid Al Jabiri rahimahullah menjawab:
"Jangan duduk bersama mereka, karena pergaulan itu memiliki pengaruh.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, sebagaimana dalam hadits shahih riwayat Abu Sa'id Al Khudri: 'Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti peniup api [tukang besi] dan penjual minyak wangi. Penjual minyak wangi, bisa jadi ia memberimu hadiah, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan darinya bau yang harum. Adapun teman yang buruk, seperti peniup api, apa yang didapatkan seseorang darinya? Tidaklah engkau dapatkan darinya kecuali ia akan menyakitimu dengan baunya atau dengan apinya'.
Sekarang lihatlah, jika engkau memakai pakaian yang bersih dan indah, lalu engkau duduk di antara karung-karung aspal atau kantong-kantong arang, apa hasilnya? Pakaianmu akan menjadi kotor dan tampak buruk, padahal sebelumnya engkau dalam keadaan rapi.
Maka wajib atas kalian untuk duduk bersama orang-orang shaleh dari kalangan ahli ilmu -yang dikenal manhajnya-. Sesungguhnya para salaf dari Ahlus Sunnah tidak saling mencela di antara mereka. Mungkin mereka berbeda pendapat dalam sebagian masalah, namun mereka tetap saling mengunjungi dan saling mencintai karena Allah, dan tidak saling mencela.
Seorang salafi tidaklah ma'shum. Bahkan para shahabat secara umum bisa saja terjadi kesalahan dari mereka. Akan tetapi, kesepakatan para shahabat adalah hujjah dan dalil yang mengikat atas hamba-hamba Allah. Jika mereka berselisih, maka dilihat kepada dalilnya. Orang yang paling berbahagia adalah yang mengikuti dalil. "
____________
رحم الله الشيخ عبيد الجابري رحمة واسعة وغفر له وجزاه خيرا.
https://www.facebook.com/share/v/17wLGz17UG/