يتفاوت طلاب العلم في درجات العلم - بعد توفيق الله - بتفاوت هِمَمِهم في الطلب، فكل خير فمرجعه إلى علوّ الهمة وسُمُوّها، وكل شرّ فمرجعه دناءة الهمة وسقوطها.
يقول ابن القيم في الفوائد: "فأصل الخير كله - بتوفيق الله ومشيئته- شرفُ النفس ونُبْلُها وكِبَرُها، وأصل الشر خِسّتُها ودناءتها وصِغَرها" اهـ
ولا يرضى بالدّون إلا الدّون.
✍️ شيجنا عبدالله بن أبي الحسن
"Para penuntut ilmu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam keilmuan —setelah taufik dari Allah— sesuai dengan perbedaan tekad (**himmah**) mereka dalam mencarinya. Segala kebaikan bermuara pada cita-cita yang tinggi dan luhur, sedangkan segala keburukan bermuara pada tekad yang rendah dan hina."
Ibnu al-Qayyim berkata dalam kitab *al-Fawaid*:
> "Maka asal segala kebaikan —dengan taufik dan kehendak Allah— adalah kemuliaan jiwa, kehormatan, dan kebesarannya. Sedangkan asal segala keburukan adalah kerendahan jiwa, kehinaan, dan kekerdilannya."
>
Dan tidak ada yang rida dengan hal-hal yang rendah (remeh), kecuali orang yang rendah pula.
✍️ **Syaikh kami, Abdullah bin Abi al-Hasan**
### **Catatan Singkat:**
* **Himmah (هِمَّة):** Dalam konteks ini diterjemahkan sebagai "tekad" atau "cita-cita", yang merujuk pada energi spiritual dan dorongan kuat dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan mulia.
* **Ad-Dun (الدون):** Berarti sesuatu yang berkualitas rendah atau remeh. Kalimat penutup tersebut merupakan pepatah yang menekankan bahwa standar seseorang mencerminkan jati dirinya.
Ust andi h