Selasa, 14 April 2026

Para penuntut ilmu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam keilmuan —setelah taufik dari Allah— sesuai dengan perbedaan tekad (**himmah**) mereka dalam mencarinya

يتفاوت طلاب العلم في درجات العلم - بعد توفيق الله - بتفاوت هِمَمِهم في الطلب، فكل خير فمرجعه إلى علوّ الهمة وسُمُوّها، وكل شرّ فمرجعه دناءة الهمة وسقوطها. 
يقول ابن القيم في الفوائد: "فأصل الخير كله - بتوفيق الله ومشيئته- شرفُ النفس ونُبْلُها وكِبَرُها، وأصل الشر خِسّتُها ودناءتها وصِغَرها" اهـ
ولا يرضى بالدّون إلا الدّون. 

✍️ شيجنا عبدالله بن أبي الحسن

"Para penuntut ilmu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dalam keilmuan —setelah taufik dari Allah— sesuai dengan perbedaan tekad (**himmah**) mereka dalam mencarinya. Segala kebaikan bermuara pada cita-cita yang tinggi dan luhur, sedangkan segala keburukan bermuara pada tekad yang rendah dan hina."
Ibnu al-Qayyim berkata dalam kitab *al-Fawaid*:
> "Maka asal segala kebaikan —dengan taufik dan kehendak Allah— adalah kemuliaan jiwa, kehormatan, dan kebesarannya. Sedangkan asal segala keburukan adalah kerendahan jiwa, kehinaan, dan kekerdilannya."
Dan tidak ada yang rida dengan hal-hal yang rendah (remeh), kecuali orang yang rendah pula.
✍️ **Syaikh kami, Abdullah bin Abi al-Hasan**
### **Catatan Singkat:**
 * **Himmah (هِمَّة):** Dalam konteks ini diterjemahkan sebagai "tekad" atau "cita-cita", yang merujuk pada energi spiritual dan dorongan kuat dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan mulia.
 * **Ad-Dun (الدون):** Berarti sesuatu yang berkualitas rendah atau remeh. Kalimat penutup tersebut merupakan pepatah yang menekankan bahwa standar seseorang mencerminkan jati dirinya.
Ust andi h