Syaikh Al Albani rahimahullahu ta'ala sampai pada tingkat kefakiran yang sangat berat—semoga Allah merahmatinya—beliau pernah menulis penelitian-penelitiannya di kertas-kertas yang terbuang di jalan!
Berkata Syaikh Mashhur Hasan Salman –hafizhahullah–:
“Guruku, Syaikh Muhammad Nasiruddin al-Albani –rahimahullah– pernah menugaskanku untuk meninjau beberapa bagian dari Silsilah al-Ahadits adh-Dha‘ifah sebelum dicetak.
Beliau memberiku jilid kelima dari kitab tersebut. Aku pun mengambil naskah tulisan tangan beliau sebelum dicetak.
Ketika aku mengeluarkannya dari kantong dan melihatnya, aku menangis!
Syaikh bertanya kepadaku: ‘Ada apa denganmu?!’
Aku tidak sanggup menjawab, dan beliau melihat air mata di mataku!!
Ternyata Syaikh –rahimahullah– menulis jilid kelima Adh-Dha‘ifah itu di atas kertas-kertas bekas hadiah, dan pada bungkus gula dan beras—bungkus merah yang biasa dipakai orang untuk menimbang gula dan beras!
Lalu beliau berkata kepadaku: ‘Dulu aku punya benang, aku celupkan ke tinta, kemudian aku bentangkan di atas kertas sehingga menjadi garis-garis (seperti kertas bergaris).’
Kemudian beliau berkata: ‘Aku tidak punya uang untuk membeli kertas.’”
Dan disebutkan oleh Asy-Syaibani dalam kitab Hayat al-Albani (hlm. 43):
“Di antara beratnya kelelahan dan kemiskinan yang dialami Syaikh adalah bahwa beliau tidak memiliki uang untuk membeli kertas untuk menulis ilmu yang Allah anugerahkan kepadanya. Maka beliau berkeliling di jalan-jalan dan gang-gang mencari kertas-kertas yang jatuh di sana-sini untuk menulis di bagian belakangnya. Biasanya bagian depan kertas itu sudah berisi undangan pembukaan pameran, acara pernikahan, atau iklan produk.
Beliau pernah memperlihatkan kepadaku sebagian kitab manuskrip yang ditulis di atas kertas-kertas tersebut, dan kebanyakannya sudah robek dan hancur di bagian tepinya.
Beliau juga pernah berkata: ‘Aku dulu membeli kertas bekas (barang sisa) dengan cara ditimbang karena murah.’”
Sungguh luar biasa beliau sebagai seorang imam—sebaik-baik ulama rabbani. Semoga Allah merahmatinya dan memberi kita manfaat dari ilmu-ilmunya.
رحم الله الإمام الألباني رحمة واسعة
Faidah grup MDI
Kadang heran sama orang orang yang dengan entengnya mengkritik beliau dalam tashih dan tadh'if, lebih parah lagi yang kritik hanya bermodal "klik" dan "copas" ga ada usahanya sama sekali. Allahul musta'an
https://www.facebook.com/share/1CvKTmZT7Y/
Ustadz ady