Ibn Taimiyyah dan Ibn Katsir turut hadir di lapangan eksekusi ketika seorang faqih dihukum mati...
Ibn Katsir berkata: Pada pagi hari Selasa 21 Rabiul Awwal 725 H, Nashir Ibn asy-Syarf Abu al-Fadhl bin Isma'il bin al-Hitiy dihukum mati dengan cara dipenggal kepala di pasar kuda lantaran kekafirannya. Ia merendahkan dan melecehkan ayat-ayat Allah, berkawan akrab dengan orang-orang zindiq, menjadikan agama sebagai bahan ejekan, dan penghinaannya terhadap kenabian dan al-Quran. Pelaksanaan hukuman mati terhadapnya itu dihadiri oleh para ulama, para tokoh, dan para pejabat negara. Nashir bin asy-Syarf ini hafal matan kitab at-Tanbih (kitab fiqh mazhab asy-Syafi'i) pada awal-awal masa belajarnya, dan dulunya, ia biasa membaca di majelis khatmil Quran dengan suara yang indah. Ia juga memiliki kecerdasan dan kepahaman. Aku (Ibn Katsir) menyaksikan pelaksanaan hukuman mati terhadapnya itu. Guru kami, al-'Allamah Abu al-'Abbas Ibn Taimiyyah turut pula hadir di sana pada hari itu. Beliau (Ibn Taimiyyah mendatangi Nashir bin asy-Syarf sesaat sebelum hukuman mati dilaksanakan dan mencela apa yang telah diperbuatnya. Setelah itu, Nashir bin asy-Syarf pun dipenggal kepalanya dan aku menyaksikan hal itu... —al-Bidayah wa an-Nihayah 16/196... (Doktor 'Abd al-'Aziz asy-Syayi)...
--HW ibn tato WW--