Kamis, 23 April 2026

SEMAKIN BANYAK FIKIH SESEORANG, MAKA SEMAKIN SEDIKIT PENGINGKARANNYA?"

"SEMAKIN BANYAK FIKIH SESEORANG, MAKA SEMAKIN SEDIKIT PENGINGKARANNYA?"

Ungkapan ini mengingatkan saya pada kisah yang pernah disampaikan langsung oleh dosen kami, Prof.Dr Adil As-Subai'i -hafidhahullah-,  saat mengajar mata kuliah hadits. -Beliau adalah dosen yang kami pandang paling multazim terhadap sunnah-sunnah Nabi-.

Suatu waktu beliau minum sambil berdiri di tempat umum, kemudian ada salah satu orang yang mengingkari beliau dan menyampaikan hadits Nabi terkait larangan minum sambil berdiri.
Lalu, dengan santun beliau menjelaskan kepada orang tadi pendapat yang lebih tepat dalam memahami hadits Nabi terkait larangan minum sambil berdiri, yang intinya larangan tersebut masuk dalam bab adab, tidak sampai derajat haram. Karena di dalam kasus lain, Nabi dan para sahabat juga pernah minum sambil berdiri. -Selesai kisah-

Dari sini kami paham, bahwa semakin seorang belajar fikih, dan mengetahui khilaf para ulama dan bagaimana metode mereka berdalil, niscaya akan semakin sedikit pengingkarannya kepada orang lain yang berbeda dengannya.

Namun, tidak berarti kita tidak boleh menyampaikan pendapat yang diyakini beserta dalil-dalil, dalam rangka diskusi ilmiah dan memperluas wawasan keilmuan.
Ustadz fandy abu syarifah