"Apakah Imam An-Nawawi menarik kembali akidah Asy'ariyahnya?" oleh Syaikh Shalih Al-Ushaimi:
Poin-Poin Utama Video:
- Gelar Imam untuk An-Nawawi: Syaikh menjelaskan bahwa pada awalnya ada kehati-hatian dalam memberi gelar "Imam" secara mutlak kepada An-Nawawi karena ada beberapa masalah dalam hal keyakinan (akidah) yang menyelisihi metode Ahli Sunnah wal Hadits [01:14].
- Adanya Kitab yang Menunjukkan Perubahan: Hal tersebut disampaikan sebelum adanya informasi mengenai sebuah kitab karya Imam An-Nawawi yang menunjukkan bahwa beliau telah kembali kepada akidah yang lama (akidah Salaf) [01:32].
- Kitab tentang Kalamullah: Kitab tersebut membahas tentang masalah Kalamullah (Firman Allah). Di dalamnya, beliau secara tegas menetapkan sifat-sifat Allah dan membantah pendapat Asy'ariyah mengenai masalah Kalamullah [01:34].
- Keaslian Kitab: Syaikh menegaskan bahwa kitab ini asli karya An-Nawawi. Terdapat tiga naskah tulisan tangan di dunia, dan beliau menyatakan di akhir kitab tersebut bahwa jalannya adalah jalan Ahli Sunnah wal Hadits [02:04].
- Bukti dari Muridnya: Hal ini juga diperkuat oleh murid terdekatnya, Ibnu Al-Attar, yang menulis kitab akidah sesuai manhaj Salaf. Biasanya, akidah seorang guru dapat terlihat dari apa yang dipegang oleh murid-murid terdekatnya [02:19].
- Waktu Penulisan: Kitab yang berisi tentang penetapan sifat huruf dan suara (dalam Kalamullah) ini ditulis sekitar tiga bulan sebelum wafatnya Imam An-Nawawi. Oleh karena itu, kitab ini dianggap sebagai keyakinan terakhir yang beliau anut [03:36].
Kesimpulan:
Syaikh Shalih Al-Ushaimi berpendapat bahwa Imam An-Nawawi telah menarik kembali (ruju') pandangan-pandangan Asy'ariyahnya di akhir hayatnya dan kembali kepada akidah Ahli Sunnah wal Hadits, sehingga beliau layak menyandang gelar Imam dalam segala aspek [02:38].
Video lengkap dapat ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=Z_Pg7x08tN4