Ketika ustadz kita mentahdzir ustadz lain yang sesama ahlu sunnah
Maka bagaimana kah sikap kita?
Apakah sami'naa wa atho'naa kita ikut2an hajr dan tahdzir manut dawuhe guru?
Padahal ustadz yang ditahdzir tersebut kita kenal dengan ustadz sunnah, ahli tauhid, orang shalih, dan aktif berdakwah, dan mnrt kita kesalahan nya pun msh samar bkn masalah ushul dan manhajiiyah yg mengharuskan kita ikut2an hajr dan tahdzir, bingung harus bagaimana?
Berikut petunjuk dari Syaikhul Islam ibnu taimiyah rahimahullah tatkala kita dihadapkan pada situasi tersebut bagaimana kah sikap kita sebagai murid
قال شيخ الإسلام ابن تيمية كما في مجموع الفتاوى:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata sebagaimana dalam Majmu’ al-Fatawa:
فإذا كان المعلم أو الأستاذ قد أمر بهجر شخص؛ أو بإهداره وإسقاطه وإبعاده ونحو ذلك؛ نظر فيه:
Apabila seorang guru atau pengajar memerintahkan untuk menjauhi seseorang, atau merendahkannya, menjatuhkannya, mengucilkannya, dan semisal itu, maka harus diteliti terlebih dahulu.
فإن كان قد فعل ذنبا شرعيا عوقب بقدر ذنبه بلا زيادة،
Jika orang tersebut melakukan dosa yang diakui secara syar’i, maka ia dihukum sesuai kadar dosanya tanpa berlebihan.
وإن لم يكن أذنب ذنبا شرعيا لم يجز أن يعاقب بشيء لأجل غرض المعلم أو غيره.
Namun jika ia tidak melakukan dosa secara syar’i, maka tidak boleh dihukum sedikit pun hanya karena kepentingan guru atau selainnya.
وليس للمعلمين أن يحزبوا الناس ويفعلوا ما يلقي بينهم العداوة والبغضاء،
Tidak boleh bagi para pengajar memecah-belah manusia ke dalam kelompok-kelompok dan melakukan hal-hal yang menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka.
بل يكونون مثل الإخوة المتعاونين على البر والتقوى كما قال تعالى : ﴿وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ﴾.
Akan tetapi mereka hendaknya seperti saudara yang saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana firman Allah: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
وليس لأحد منهم أن يأخذ على أحد عهدا بموافقته على كل ما يريده، وموالاة من يواليه، ومعاداة من يعاديه،
Tidak boleh bagi seorang pun dari mereka mengambil janji setia dari orang lain agar selalu menyetujui semua keinginannya, mencintai siapa yang ia cintai, dan memusuhi siapa yang ia musuhi.
بل من فعل هذا كان من جنس جنكيز خان وأمثاله،
Bahkan siapa yang melakukan hal ini, maka ia termasuk golongan seperti Jenghis Khan dan orang-orang semisalnya.
الذين يجعلون من وافقهم صديقا مواليا ومن خالفهم عدوا باغيا،
Yaitu orang-orang yang menjadikan siapa yang sepakat dengan mereka sebagai kawan setia, dan siapa yang menyelisihi mereka sebagai musuh yang dianggap melampaui batas.
بل عليهم وعلى أتباعهم عهد الله ورسوله بأن يطيعوا الله ورسوله،
Akan tetapi yang wajib atas mereka dan para pengikutnya adalah berpegang pada janji setia kepada Allah dan Rasul-Nya untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
ويفعلوا ما أمر الله به ورسوله، ويحرموا ما حرم الله ورسوله،
melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, serta mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya,
ويرعوا حقوق المعلمين كما أمر الله ورسوله.
dan menjaga hak-hak para pengajar sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
فإن كان أستاذ أحد مظلوما نصره، وإن كان ظالما لم يعاونه على الظلم بل يمنعه منه؛
Jika seorang guru dizalimi, maka ia dibela; namun jika ia berbuat zalim, maka tidak boleh dibantu dalam kezalimannya, bahkan harus dicegah darinya.
كما ثبت في الصحيح عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أنه قال : "انصر أخاك ظالما أو مظلوما.
Sebagaimana telah sahih dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: “Tolonglah saudaramu, baik ia zalim maupun dizalimi.”
قيل: يا رسول الله، أنصره مظلوما فكيف أنصره ظالما ؟
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kami menolongnya jika ia dizalimi, lalu bagaimana menolongnya jika ia zalim?”
قال : تمنعه من الظلم؛ فذلك نصرك إياه.
Beliau menjawab: “Engkau mencegahnya dari kezaliman; itulah bentuk pertolonganmu kepadanya.”
وإذا وقع بين معلم ومعلم، أو تلميذ وتلميذ، أو معلم وتلميذ خصومة ومشاجرة لم يجز لأحد أن يعين أحدهما حتى يعلم الحق،
Apabila terjadi perselisihan atau pertengkaran antara guru dengan guru, murid dengan murid, atau guru dengan murid, maka tidak boleh bagi siapa pun membantu salah satu pihak sebelum mengetahui kebenaran.
فلا يعاونه بجهل ولا يهوى،
Jangan membantunya karena kebodohan atau karena hawa nafsu.
بل ينظر في الأمر، فإذا تبين له الحق؛ أعان المحق منهما على المبطل،
Akan tetapi harus diteliti perkaranya; jika telah jelas kebenaran, maka ia membantu pihak yang benar melawan yang salah,
سواء كان المحق من أصحابه أو أصحاب غيره، وسواء كان المبطل من أصحابه أو أصحاب غيره.
baik yang benar itu dari kelompoknya sendiri maupun dari kelompok lain, dan baik yang salah itu dari kelompoknya sendiri maupun dari kelompok lain.
فيكون المقصود عبادة الله وحده وطاعة رسوله، واتباع الحق والقيام بالقسط .
Dengan demikian, tujuan utamanya adalah beribadah hanya kepada Allah, menaati Rasul-Nya, mengikuti kebenaran, dan menegakkan keadilan.
قال الله تعالى : ﴿يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَن تَعْدِلُوا وَإِن تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا﴾.
Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua dan kerabat. Jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih mengetahui kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu sehingga kalian tidak berlaku adil. Jika kalian memutarbalikkan (kebenaran) atau berpaling, maka sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.”
_____________
Sehingga mari kita berusaha bersikap bijak agar tdk jatuh dlm kedhaliman, sebisa mngkin tasabbut, ga mudah ikut2an apa kata dunia persilatan medsos, apalagi sesama ahlu sunnah, utamakan rifq (lemah lembut), husnudzon, dan sebisa mngkin memberi udzur
Apalagi kebanyakan khilaf antar ahlu sunnah biasanya diawali dg problem pribadi, oknum penyusup yg memecah belah, atau masalah dunia
Klo pun memang slah dan perlu diluruskan, maka tempuhlah cara yg baik, dinasihati secara baik dan sembunyi2, fokuskan pada kesalahn personal, dan utamakan ukhuwah
Kita semua menginginkan persatuan kaum muslimin, apalagi para asatidzah dan dai2, bersatu diatas tauhid dan sunnah
Ustadz lutfi setiawan