Minggu, 26 April 2026

Banyak orang termotivasi untuk berdakwah karena ada pahala jariyah di sana. Karena dakwah itu ibadah muta'addi (berdampak). Bukan ibadah qashirah, ibadah individu yang kemanfaatannya sempit.

Over Motivation

Banyak orang termotivasi untuk berdakwah karena ada pahala jariyah di sana. Karena dakwah itu ibadah muta'addi (berdampak). Bukan ibadah qashirah, ibadah individu yang kemanfaatannya sempit.

Motivasi ini kadang tidak diimbangi bahwa dalam dakwah dan semua ibadah muta'addi yang lain seseorang akan terekspos. Terbuka besar pula peluang dia untuk riya dan ujub. Artinya, motivasi dakwah perlu juga diimbangi motivasi untuk ikhlas.

Seseorang berdakwah bisa dapet pahala. Tapi ia juga berpeluang besar mendapat dosa besar yaitu syirik; riya' dan ujub. Ini peluangnya 50% - 50%. Nah karena terus mendengar motivasi, bisa jadi seseorang tidak menyadari hal ini. Seseorang semangat berdakwah, dia menyangka pasti dapet pahala, eeh.. taunya malah boncos dapet dosa besar syirik; riya' dan ujub.

Itulah mengapa Allah Ta'ala memerintahkan Rasulullah untuk tahajjud. Menguatkan ibadah qashirah beliau. Agar hati dan jiwa beliau kuat. Karena beliau akan terjun ke medan ibadah muta'addi. Ibadah yang terekspos. Ibadah yang sangat besar peluang riya' dan ujubnya.

Karena itu, para pendakwah, konten kreator dakwah, ahli sedekah jariyah, dll. Beri perhatian besar juga untuk ibadah qashirah kita (tahajjud, belajar yang serius, dll). Kalo ga kuat di ibadah qashirah ini, kita takut hati kita terlalu lemah, akhirnya masuk perangkap setan yang lainnya.
Ust nurfitri hadi