Sabtu, 25 April 2026

Nasehat Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy- Syinqithiy hafizhahullah :

Nasehat Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy- Syinqithiy hafizhahullah :

Seharusnya seseorang bersemangat untuk melaksanakan shalat sunnah di rumahnya. Karena ini merupakan sunnah Nabi.

Karena rumah yang banyak dilakukan shalat di dalamnya, maka Allah akan menjadikan di dalamnya kebaikan yang banyak. Hal ini telah dibahas oleh para ulama dan orang-orang shalih.

Ada orang yang bercerita "dulu rumahku tidak pernah lepas dari masalah".

Kemudian dia mendatangi salah seorang ulama lalu berkata, "ulama tersebut bertanya kepadaku tentang shalat malam dan shalat rawatib, 'Apakah engkau termasuk orang yang menyia-nyiakan shalat sunnah rawatib?'
Jawabku (laki-laki tadi): “iya. Apa itu shalat rawatib”.

ulama tadi berkata, 'Shalat qabliyah dan ba'diyah'. Lalu ulama tadi mengajarinya shalat rawatib qabliyah dan ba'diyah.

Kedua, Ulama tersebut bertanya lagi, 'Apakah engkau juga tidak shalat malam? Tidak shalat witir?'
Jawabnya: “iya aku juga tidak shalat witir.”

Ulama tersebut berkata, 'Kalau begitu rutinkan shalat sunnah rawatib di rumahmu dan lakukan sebagaimana Rasulullah ﷺ melakukannya di rumahnya, dan rutinkan shalat witir jangan pernah engkau tinggalkan'.

Shalat witir itu adalah haq. Barangsiapa yang tidak shalat witir maka bukanlah dari kami.

 أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Shalat witirlah wahai ahlul Qur'an karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai shalat Witir.”

لَقَد أَمَدَّكُم اللَّه بِصَلاَة هِي خَيْر لَكُم مِن حُمْر النَّعَم” -قُلْنَا : وَمَا هِي يَا رَسُول اللَّه ؟- قَالَ : الْوِتْر، فِيمَا بَيْن صَلاَة الْعِشَاء إِلَى طُلُوع الْفَجْر.

“Sungguh Allah telah menganugerahi kalian dengan suatu shalat yang lebih baik dari unta merah.”
-Para sahabat bertanya, “Shalat apakah itu wahai Rasulullah?”-
Beliau shallallahu’alaihi wasallam menjawab, “Shalat Witir yang dikerjakan antara waktu ‘Isya dan terbit fajar."

Kemudian subhanallah dalam waktu satu pekan tiba-tiba di rumahnya keadaan berubah total; akhlak istri berubah, anak-anak lebih beradab. Semua hal telah berubah.

-إذا قَضى أحَدُكُمُ الصَّلاةَ في مَسجِدِه فليَجعَلْ لبَيتِه نَصيبًا مِن صَلاتِه- فإنَّ اللهَ جاعِلٌ في بَيتِه مِن صَلاتِه خَيرًا

“-Apabila kalian telah menunaikan shalat di masjid maka hendaknya ia jadikan bagian shalatnya di rumahnya- Karena Allah akan menjadikan baginya KEBAIKAN YANG BANYAK di rumahnya sebab shalatnya itu” (HR. Muslim no.778)

Kata "khairan" dalam hadits di atas bentuknya nakirah (umum mencakup semua kebaikan. pent).

Jika Nabi ﷺ telah mengatakan bahwa di dalamnya akan dijadikan ada kebaikan (yang banyak) pasti ada kebaikan (yang banyak).

Sungguh Beliau adalah orang yang jujur dan benar

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

(Dan tidaklah Beliau berucap mengikuti hawa nafsu, melainkan itu adalah wahyu yang diturunkan kepada Beliau)

Wallahu Ta'ala a'lam.
syukron js