Rabu, 29 April 2026

Menyikapi Desas-Desus

[Menyikapi Desas-Desus]

Syaikh Shalih Al Fauzan berkata:

''Maka wajib bagi seorang muslim untuk menahan diri dari berbagai berita aktual dan menyebarkannya serta menakut-nakuti masyarakat dengannya, atau membuatnya beredar di kalangan mereka. Ini perilaku orang-orang munafik. Merekalah yang berburu rumor lalu menyebarkannya untuk menakut-nakuti dan meneror kaum muslimin. Allah Ta'ala berfirman:

لو خرجوا فيكم ما زادوكم إلا خبالاً ولأوضعوا خلالكم يبغونكم الفتنة وفيكم سماعون لهم والله عليمٌ بالظالمين

"Kalaulah mereka keluar bersama kalian, mereka tidak akan menambahkan apapun bagi kalian selain kekacauan, mereka mencari-cari fitnah di dalam tubuh kalian dan di antara kalian ada yang suka mendengarkan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang zhalim." [QS At Taubah 69]

Dan firman-Nya:

إن الذين يحبون أن تشيع الفاحشة في الذين آمنوا لهم عذابٌ أليم 

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar kekejian itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih.." [QS An Nuur 19]

Ini adalah peringatan yang sangat keras. Maka seorang muslim tidak semestinya menjadi tukang menyebarkan desas-desus dan kabar buruk yang menakut-nakuti kaum muslimin. Dan apabila kabar atau kejadian itu mengandung bahaya bagi kaum muslimin dan membutuhkan tindakan pencegahan, maka hal itu BUKAN dengan cara menyebarkannya di tengah masyarakat, yang mana mereka tidak punya kemampuan untuk itu.

Caranya hanyalah dengan mengembalikannya ke ulil amri, menyerahkannya ke pemerintah agar melakukan tindakan dan mencegah bahayanya. Allah Ta'ala berfirman:

وإذا جاءهم أمرٌ من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول وإلى أولي الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منهم ولولا فضل الله عليكم ورحمته لاتبعتم الشيطان إلا قليلا

"Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka menyiarkannya. Kalau saja mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri). Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentu kalian mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja di antara kalian." [QS an-Nisa: 83]

Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13593
Ust ristiyan ragil