Rabu, 29 April 2026

Syaikh Abdurrazzaq Al Badr bercerita tentang Kakak Perempuannya yang sangat beliau sayangi.

Syaikh Abdurrazzaq Al Badr bercerita tentang Kakak Perempuannya yang sangat beliau sayangi.

Dahulu kakaknya tidak sekolah formal, ia hanya belajar di halaqoh-halaqoh. Namun masya Allah, kendati demikian beliau lebih fokus menghafal Al Qur’an. 

Darinya Syaikh Abdurrazzaq (kecil) belajar membaca dan menulis, hingga dewasa Syaikh tetap belajar kepadanya akan sikap bijak dan pengalamannya. 

Bahkan Syaikh selalu beliau ke kakaknya :
أَنْتِ أستاذي و معلمي الأول 
“(Kakak) kamu adalah guru pertamaku”

Kakak beliau ini tinggalnya di Riyadh, Ibukota Arab Saudi.

Syaikh Abdurrazaq selalu bilang :
لا يمكن أن آتي الرياض ولا آتيه
“Tidaklah aku ada urusan ke Riyadh kecuali aku selalu mampir ke rumahnya”

Beliau diuji sakit selama 21 tahun, dari 1425 H hingga wafat 1446 H. Selama itu beliau bersabar atas ujian yang menimpanya.

Beliau wafat di usia 67 tahun. Mendahului kedua orang tuanya yang masih hidup.

Yaitu Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad dan istrinya.

Beliau ini sangat berbakti kepada orang tuanya, walaupun ia sakit dan tinggalnya jauh, namun selalu menyempatkan untuk mengunjungi orang tuanya di Madinah, kalaupun tidak berkunjung maka beliau selalu menyempatkan untuk telpon.

Di antara wasiat akhirnya, beliau minta ketika ia wafat agar dipindahkan ke Madinah, sehingga orang tuanya tidak perlu capek capek datang ke Riyadh. 

Beliau Wafat Habis Asar, dan disholatkan di Masjid Nabawi ba’da Subuh. Semua urusan Allah permudah.

Sempat disemayamkan satu jam di rumah Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad malam dinihari.

Beliau dimakamkan di perkuburan Baqi’ dan dianter oleh ayahhandanya dengan kursi roda, diusia yang sudah lebih dari 90 tahun. 

Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas dan mengampuni segala dosanya.

Beberapa waktu lalu, berdiri tegak Masjid atas nama beliau di Pelalawan Riau. 

“Masjid Nuroh Al Badr Rahimahallah”

Beberapa faidah yang bisa dipetik :
- Semangat belajar dan mengajar, terutama kepada anak kita, atau kerabat kita, karena kita tidak tau ternyata orang yang kita ajar baca menulis menjadi orang besar di kemudia hari

- Tidak lupa akar rumput, darimana ia berasal, dan siapa yang mengajarkan.

- Hubungan persaudaraan yang luar biasa, saling berkunjung dan mempererat hubungan silaturahmi.

Dan faidah lainnya, Silahkan ditambahkan.

Abu Yusuf Akhmad Ja’far 
Diringkas dari Kutaib “Ukhayyati Ash-Shabirah” artinya Saudariku Seorang yang Sabar.