Menjadi salafi jangan hanya aqidah saja, tapi juga akhlaq harus salafi juga
Karena sejatinya ber manhaj salafi adalah berpegang teguh pada seluruh sunnah Nabi : aqidah, ibadah, dakwah, muamalah, dan akhlak
Sehingga seharusnya seorang salafi sejati dia memiliki akhlak yang mulia, dan inilah salafi sejati: lurus dan kokoh aqidah nya, karimah akhlaknya
Sangat disayangkan kadang kita dapati dari saudara kita yang sdh mendapat hidayah ke manhaj salafi, ada yang hatinya jadi keras, akhlak dan muamalah nya tdk baik, terkesan menutup diri, anti sosial, dan bahkn tdk mau menjawab salam dari sesama muslim, seakan setelah mendapat hidayah maka harus mengucilkan diri dari lingkungan nya bahkn keluarganya
Padahal klo dilihat outfit dan casing mrk sangat "salafi": rajin kajian, berjenggot panjang, bercadar, dan celana cingkrang, tapi mengapa akhlak mereka tidak "salafi"?
Sehingga tentu ada yang perlu diperbaiki disini dalam cara dia bermanhaj
Bukanlah salafi sejati yang disana sini teriak tahdzir, hajr, dan tabdi' "serampangan" kepada sesama muslim, Terkhusus kepada sesama "salafi"
Salafi sejati dialah yang menjadi salafi secara kaafah tak hanya dalam aqidah saja, dalam secara kaaffah, dlm aqidah, ibadah, akhlaq, muamalah, dan dakwah
Syaikh Albani rahimahullah berkata:
قد يكون الشَّخص سلفيًّا في عقيدته، ولكنَّه ليس سلفيًّا في تربيته وسلوكه
"Seseorang bisa saja salafi dalam akidahnya, namun tidak salafi dalam pembinaan diri dan perilakunya"
📚 [ سلسلة الهدى والنور (شريط رقم 781) ]
------------
Lebih aneh lagi terkadang kita dapati sebagian ikhwah "salafi" dia lebih kaku dan benci kepada sesama salafi daripada ke yang lain, dia menganggap saudaranya yang sesama ahlu sunnah ini lbh layak utk diberlakukan keras dan hajr akut daripada ahlu bidah atau bahkan orang kafir
-----------
Bukan berarti berakhlak yang baik adalah kita bermudahan dalam urusan syariat demi adat, tenggang rasa, dan toleransi (seperti ikhtilath, salaman dengan bukan mahrom, atau ikut acara2 bidah yg tdk disyariatkan islam)
Tapi berakhlak mulia adalah memegang teguh prinsip islam tapi tetap berakhlaqul karimah dan bermuamalah dg cara yang baik kepada sesama muslim dan sesama manusia, sebagaimana yang dicontohkan Nabi kita