Rabu, 29 April 2026

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengenai sikap kaum Salaf terhadap pemberian dari penguasa:

ringkasan dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengenai sikap kaum Salaf terhadap pemberian dari penguasa:

  • Pernyataan Sufyan Ats-Tsauri: Beliau menyebutkan bahwa dahulu ia dianugerahi pemahaman Al-Qur'an, namun setelah ia menerima kantong uang dari penguasa, pemahaman tersebut dicabut darinya [00:00].
  • Alasan Penolakan: Kaum Salaf sangat berhati-hati terhadap hadiah dari penguasa karena mereka beranggapan bahwa hadiah tersebut seringkali bertujuan untuk "membeli agama dengan dunia" [00:26].
  • Status Harta: Mereka juga khawatir bahwa harta penguasa mungkin diperoleh dengan cara yang tidak benar, sehingga mereka memilih untuk menahan diri demi menjaga kesucian agama mereka [00:43].
  • Hukum Menerima Hadiah: Syaikh menjelaskan bahwa seorang ulama tidak diperbolehkan menerima hadiah jika penguasa tersebut bertujuan menjadikannya sebagai alat atau "kendaraan" untuk kepentingan politiknya [00:54].
  • Syarat Menerima Harta: Sesuai dengan pesan Nabi SAW kepada Umar bin Khattab, harta dari penguasa boleh diterima jika:
    1. ​Harta tersebut datang tanpa diminta.
    2. ​Penerima tidak memiliki ambisi atau harapan terhadap harta tersebut. Jika kedua syarat ini tidak terpenuhi, maka seseorang tidak perlu mengejarnya [01:10].

​Tindakan Sufyan Ats-Tsauri tersebut dimaksudkan sebagai peringatan keras bagi diri sendiri dan orang lain agar tidak tergiur oleh pemberian yang dapat merusak integritas seorang penuntut ilmu atau ulama [01:39].

​Video tersebut dapat ditonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=FMS7f39RGgY