Pertanyaan
*_Bismillah_*
Izin bertanya ustadz, apabila hewan qurban cacat (karena insiden di tempat transit qurban) sebelum penyembelihan, namun saat pengiriman masih normal, bagaimana hukumnya, Terima kasih🙏
Jawaban
إذا تعيبت الأضحية بعد تعيينها (أي بعد شرائها بنية
الأضحية أو قوله "هذه أضحية")، فإن الحكم يختلف باختلاف نوع الأضحية (هل هي واجبة بنذر أم تطوع) وباختلاف كون العيب بسببه (تقصير) أم بغير سببه، وذلك على النحو التالي
١ الأضحية المتطوع بها (غير المنذورة):إذا حدث العيب بغير تفريط: تجزئ الأضحية عند جمهور العلماء (المالكية، الشافعية، الحنابلة)، ويصح ذبحها ولا حرج في ذلك.إذا حدث العيب بسبب تقصير أو تفريط من الشخص: (مثل إهمالها حتى كسرت، أو سوقها بسوء فتعيبت)، فإنها لا تجزئ في الأضحية، ويجب استبدالها
٢-الأضحية الواجبة (بنذر):تتعين وتجب التضحية بها ولو تعيبت، ولكن إذا كان العيب بتقصير يضمنها، أما إذا كان بغير تقصير، فجمهور الفقهاء على أنها تجزئ أيضاً.خلاصة الرأي الراجح:إذا اشتريت أضحية سليمة، ثم حدث بها عيب (عور، عرج، كسر قرن) قبل ذبحها دون تقصير منك، فهي تجزئك وتصح أضحيةً.حكم استبدالها:يجوز استبدال الأضحية المعيبة بأخرى أفضل منها
Jika hewan kurban mengalami cacat
setelah ditentukan (yakni setelah dibeli dengan niat kurban atau setelah berucap "ini adalah kurban"), maka hukumnya berbeda-beda tergantung jenis kurbannya (apakah wajib karena nazar atau sunnah) dan apakah cacat tersebut disebabkan oleh kelalaian pemiliknya atau tidak. Berikut rinciannya:
### **1. Kurban Sunnah (Bukan Nazar)**
* **Jika cacat terjadi tanpa kelalaian:** Menurut mayoritas ulama (Maliki, Syafi'i, dan Hambali), kurban tersebut **tetap sah**. Pemilik boleh menyembelihnya dan tidak ada dosa baginya.
* **Jika cacat terjadi karena kelalaian atau keteledoran:** (Contohnya: dibiarkan tanpa pengawasan hingga patah tulang, atau digiring dengan kasar hingga cedera), maka hewan tersebut **tidak sah** sebagai kurban dan wajib diganti dengan yang baru.
### **2. Kurban Wajib (Karena Nazar)**
Hewan tersebut telah ditentukan dan wajib dikurbankan meskipun menjadi cacat. Namun:
* Jika cacat karena **kelalaian**, pemilik wajib menanggung gantinya (menjamin dengan yang sehat).
* Jika cacat **bukan karena kelalaian**, mayoritas ahli fikih berpendapat bahwa kurban tersebut **tetap sah**.
### **Kesimpulan Pendapat yang Kuat (Rajih):**
> Jika Anda membeli hewan kurban dalam keadaan sehat, kemudian terjadi cacat (seperti buta sebelah, pincang, atau patah tanduk) sebelum disembelih **tanpa ada kelalaian** dari Anda, maka hewan tersebut **tetap sah dan mencukupi** sebagai kurban.
>
### **Hukum Menggantinya:**
Diperbolehkan (bahkan dianjurkan) untuk mengganti hewan kurban yang cacat tersebut dengan hewan lain yang lebih baik dan lebih sempurna.
Jaringan jagal indonesia grup wa
Ustadz teguh