الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات
Telah terlaksana DAURAH ِAl Muqoddimaat fii Ilmit Tauhid
المقدمات في علم التوحيد
Bersama :
🎙️ٍSyaikh Dr. Malik Husain Sya'ban,hafizhahullah
Rabu - Kamis, 17 - 18 Juni 2026
Semoga ada kesempatan kembali bagi kami dapat bersimpuh dalam Agenda Dauroh-dauroh Du'at di moment selanjuta nya
Jazakumullah khoiron wa barakallah fiikum kami ucapkan secara umum kepada segenap panitia penyelenggara Bina Dakwah Sunnah Yogyakarta,YPIA,Muslim.or.id dan Twit Ulama,Ma'had Ibadurrahman Sleman begitu juga terkhusus kepada Pemateri Dauroh Du'at kali ini atas semua kebaikan-kebaikan nya
Semoga menjadi penguatan literasi di bidang akidah yang bermanfaat khususnya bagi para du'at ahlussunnah dan kaum muslimin di Yogyakarta dan sekitar nya .
نفعنا الله و إياكم بالعلم النافع و العمل الصالح
Ringkasan Daurah Syaikh Dr. Malik Husain Sya'ban Hafidzahullah
أبرز معاني الاستدلال عند أهل السنة والجماعة في أبواب الاعتقاد
١. أهل السنة والجماعة يسلمون تسليما مطلقا لكل من جاء في نصوص الوحي. فما أثبته النقل أثبتوه وما نفاه نفوه وما سكت عنه توقفوا فيه دون اثبات أو نفي
٢. أهل السنة والجماعة مجمعون على الأخذ بكل ما صح من السنة النبوية في مسائل الاعتقاد سواء كان ذلك من المتواتر او من الآحاد
٣. أهل السنة والجماعة لا يأخذون بالاحاديث الضعيفة في مسائل الاعتقاد
٤. أهل السنة والجماعة يجرون النصوص العقيدة على ظاهرها من غير تحريف ولا تعطيل ومن غير تكييف ولا تمثيل
٥. أهل السنة والجماعة لا يعارضون نصوص الكتاب والسنة بعضها ببعض. لأن كلها وحي من عند الله عز وجل
٦. أهل السنة والجماعة لا يعارضون نصوص الكتاب والسنة بالعقل الفاسد ونحوه
٧. أهل السنة والجماعة يعتقدون أن فهم السلف الصالح ومن بعدهم لنصوص الوحيين حجة معتمدة
Makna-makna Argumentasi Ahlus Sunnah wal Jama'ah Yang Paling Populer:
1. Penerimaan Mutlak terhadap Wahyu
Ahlussunnah wal Jamaah menerima secara mutlak setiap yang datang dalam nash wahyu (Al-Qur'an dan As-Sunnah). Apa yang ditetapkan oleh dalil naqli (nash), maka mereka menetapkannya; apa yang ditiadakan olehnya, maka mereka meniadakannya; dan apa yang didiamkan (tidak dibahas) olehnya, maka mereka bersikap tawaquf (diam/menahan diri) tanpa menetapkan maupun meniadakannya.
2. Kedudukan Hadis dalam Akidah
Ahlussunnah wal Jamaah bersepakat (ijma') untuk mengambil segala sesuatu yang shahih dari Sunnah Nabawiyah dalam masalah akidah, baik itu yang berstatus mutawatir maupun ahad.
3. Penolakan terhadap Hadis Dhaif
Ahlussunnah wal Jamaah tidak mengambil (tidak menggunakan) hadis-hadis dhaif (lemah) dalam masalah akidah.
4. Memahami Nash Sesuai Makna Lahirnya
Ahlussunnah wal Jamaah memberlakukan nash-nash akidah sesuai dengan makna lahirnya tanpa melakukan tahrif (penyelewengan makna), ta'thil (penolakan/pengosongan sifat), takyif (mempertanyakan bagaimana hakikatnya), maupun tamtsil (menyerupakan Allah dengan makhluk).
5. Harmonisasi Nash
Ahlussunnah wal Jamaah tidak mempertentangkan nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah satu sama lain, karena semuanya adalah wahyu yang datang dari Allah Azza wa Jalla.
6. Kedudukan Akal terhadap Wahyu
Ahlussunnah wal Jamaah tidak mempertentangkan nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan akal yang rusak (akal yang menyimpang) dan hal-hal sejenisnya.
7. Otoritas Pemahaman Salaf
Ahlussunnah wal Jamaah meyakini bahwa pemahaman as-salaf ash-shalih (generasi terdahulu yang shalih) dan orang-orang setelah mereka terhadap nash-nash wahyu adalah hujjah (argumen) yang dapat diandalkan.
Wallahu a’lam
Semoga bermanfaat. Amin 🤲
🔰 Diselenggarakan oleh :
* YPIA - Yayasan Pendidikan islam Al-Atsari
* Muslim.or.id
* Twitt Ulama
* Bina Dakwah Sunnah
* Ma'had Ibadurrahman