Rabu, 15 Juli 2026

Mengapa Ilmu Al-'Ām dan Al-Khāṣ Sangat Penting?

#Mengapa Ilmu Al-'Ām dan Al-Khāṣ Sangat Penting?

Pembahasan Al-'Ām dan Al-Khāṣ bukan sekadar kajian teori bahasa Arab atau istilah ushul fiqih. Ia merupakan salah satu kunci utama dalam memahami maksud Allah Ta'ālā dan Rasul-Nya ﷺ. Banyak kesalahan dalam memahami ayat maupun hadits terjadi karena seseorang tidak membedakan antara lafaz yang masih berlaku umum dengan lafaz yang telah dikhususkan oleh dalil lain.
Oleh sebab itu, para ulama ushul fiqih selalu menjadikan pembahasan ini sebagai salah satu bab pokok dalam kitab-kitab mereka.

Pertama: Agar Tidak Salah Memahami Dalil
Tujuan pertama mempelajari Al-'Ām dan Al-Khāṣ adalah agar seorang muslim memahami dalil sesuai dengan maksud syariat.
Tidak setiap lafaz umum dimaksudkan untuk seluruh individunya dalam setiap keadaan. Terkadang Allah Ta'ālā menyampaikan hukum dengan lafaz umum, kemudian datang ayat lain atau hadits Nabi ﷺ yang mengkhususkannya.
Karena itu, seseorang tidak boleh tergesa-gesa menetapkan hukum hanya berdasarkan satu dalil tanpa mengumpulkan seluruh dalil yang berkaitan.

Kedua: Agar Tidak Bertentangan dengan Sunnah Rasulullah ﷺ
Allah Ta'ālā tidak hanya memerintahkan kaum muslimin untuk mengikuti Al-Qur'an, tetapi juga mewajibkan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ.
Allah Ta'ālā berfirman:
﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا﴾
"Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)

Ketiga: Agar Mengetahui Sebab Terjadinya Khilaf Ulama
Salah satu penyebab utama perbedaan pendapat para ulama adalah perbedaan dalam memahami keumuman suatu dalil.
Terkadang seorang ulama berpendapat bahwa suatu lafaz masih berlaku umum.
Sementara ulama lain berpendapat bahwa lafaz tersebut telah dikhususkan oleh dalil lain.
Perbedaan seperti ini termasuk bentuk ijtihad yang telah dibahas secara panjang lebar dalam ilmu ushul fiqih.

Keempat: Agar Memahami Cara Istidlal Para Imam
Para imam mujtahid tidak pernah mengambil satu dalil secara terpisah dari dalil lainnya.
Mereka mengumpulkan seluruh ayat dan hadits yang berkaitan dengan suatu masalah, kemudian mengompromikan dalil-dalil tersebut sehingga setiap dalil ditempatkan sesuai kedudukannya.

Syaikh Masyhur Hasan Salman Hafidzohullah wa ra'ah.

#FaidahDaurohSyariyyahKe25StaiAli

@sorotan