Senin, 13 Juli 2026

Manusia Hanya Menghargai Pengorbanan Dirinya

Manusia Hanya Menghargai Pengorbanan Dirinya 

Mindset yg harus dipahami oleh setiap orang yg menghendaki kebaikan dan perbaikan di masyarakat. 

Dg bahasa al-Quran :

إنما نطعمكم لوجه الله لا نريد منكم جزاء ولا شكورا 

Al-Insān ayat 9:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

"Sesungguhnya kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah. Kami tidak menghendaki dari kalian balasan apa pun dan tidak pula ucapan terima kasih."

Oleh karena manusia hanya menghargai pengorbanan dirinya maka
* mudah sekali anak/santri keluar dari pendidikan yg tdk menarik biaya dari diri/orangtuanya
* dengan enteng penerima beasiswa tidak menyelesaikan kuliahnya
* istri/suami menganggap remeh perjuangan pasangannya
* perintis/pendiri disingkirkan/dibikin tidak nyaman setelah lembaga mampu berdiri di kaki sendiri.
* rakyat  bagai sapi perah dipajaki padahal kinerja aparatur negara pada ga beres dlm layanan publik
* anak membantu sedikit finansial ortunya sdh merasa gagah padahal bantuannya tdk ada seujung kuku pengorbanan ortunya.
* lahirnya murid murid durhaka
* Gaji dan bonus membanjiri karyawan BUMN berlipat diatas kemewahan  padahal rakyat yg diperah. 

Dan masih banyak lainnya, sedangkan Islam mengajarkan keimanan :
Mencintai bagi saudara kita apa  yg kita cintai untuk diri sendiri. 
Serta meninggalkan atsarah (mengutamakan diri & relasi) mengeruk kekayaan negara.
https://www.facebook.com/share/1DsZocwP61/
Ustadz noor ikhsan silviantoro