Minggu, 05 Juli 2026

RANGKUMAN: MANHAJ AQIDAH MUHAMMADIYAH(Salafi, Asy'ari, Maturidi, atau Akomodasi?)

RANGKUMAN: MANHAJ AQIDAH MUHAMMADIYAH
(Salafi, Asy'ari,  Maturidi, atau Akomodasi?)

Ini adalah rangkuman intisari dari Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah yang diselenggarakan pada hari Ahad 5 Juli 2026 oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung, Jawa Tengah, dengan 2 pemateri ;  Ust. Wahyudi Abdurrahim, LC., M.A. dan Ust. Nur Fajri Romadhon, LC., M.A

🔴Ust. Wahyudi Abdurrahim, L.c., M.M.
(Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah)

1️⃣K.H. Ahmad Dahlan memiliki semangat pembaharuan dengan tetap berpegang pada Kitab Turos (Kitab "kuning" ulama masa silam)
2️⃣Kembali kepada Turos Maksudnya adalah kembali kepada kitab2 beraqidah Asy'ari dengan melihat guru2nya saat di Nusantara (spt KH. Soleh Darat, Kyai Fakih, dll) dan di Mekkah (spt Syaikh Ahmad Khotib, Syaikh Bakr Satha, Syaikh Nawawi Al Bantani, dll)
3️⃣Sedangkan semangat pembaharuan maksudnya adalah menerima pemikiran modern Barat (rujukan: Syaikh Muhammad Abduh, Syaikh Jamaluddin Al Afghani, dan Syaikh Rasyid Ridho dari Mesir)
4️⃣Arsip kitab "Aqoidul Iman" beraqidah Asy'ari, tulisan Jawa Pegon, konon buah pemikiran KH Ahmad Dahlan, ditulis oleh muridnya 
5️⃣Ushul Aqidah HPT: Taslim/Tafwidh dan Ta'wil dalam membahas sifat Allah, menggunakan Nash mutawatir dalam aqidah sedangkan hadits Ahad sbg bayan tafsil (keterangan rincian)

🔴Ust. Nur Fajri Romadhon, Lc.M.A
(Majelis Tarjih PP Muhammadiyah)

1️⃣KH Ahmad Dahlan sebelum berhadapan dengan gerakan Zending, Sekulerisme, & paham kontemporer beliau terlebih dahulu menguasai aqidah dan kitab Turos
2️⃣Penguasaan kitab Turos yang dibawa KH Ahmad Dahlan bersifat akomodatif, tidak membawa isu2 sektarian, baik Salafi/Atsari, Asy'ari, maupun maturidi, KH Ahmad Dahlan berhasil mempertemukan ke-3 "aliran" Ahlussunnah tsb setelah beliau belajar dan melakukan perjalanan ilmiah dari Nusantara, Mekkah, hingga bertemu tokoh pembaharu dari Mesir. Demikian dengan ormas Muhammadiyah yang beliau dirikan
3️⃣KH Ahmad Dahlan yang pertama kali membawa pemikiran Syaikh Rasyid Ridho (Salafi/Atsari) ke Nusantara dengan memasukkan majalah "Al Manar", memuat wawasan tentang Aqidah dan pemurnian Ibadah (Tajdid), dinamisasi/ keterbukaan dalam muamalah, dan tidak berafiliasi kepada 1 madzhab
3️⃣Ormas Muhammadiyah mengakomodasi istilah2 penting dalam pembahasan Aqidah, spt "Firqotun Najiyah", "Ahlussunah", "Ahlul Haq wa Sunnah" dipakai oleh Atsari/Salafi, Asy'ari, & Maturidi, semua diakomodasi dalam kitab HPT
4️⃣Istilah tauhid Rububiyyah/Uluhiyyah/sifat maupun 20 sifat pada sisi Muhammadiyah tidak menerimanya secara persis melainkan diakomodasi dengan tujuan meminimalisir isu2 sektarian
5️⃣Muhammadiyah bukan Wahabi maksudnya adalah tidak berafiliasi, adapun manhaj aqidahnya sama2 di atas Ahlussunnah (lihat buku: Muhammadiyah dan Wahabisme)
6️⃣Selesai pembahasan Aqidah di internal Muhammadiyah akan lebih memfokuskan diri untuk menghadapi dan menjawab isu2 Aqidah kontemporer, spt: pluralisme, Atheisme Agnostisme, Deisme, Saintisme, & Nativisme.

👉Link Seminar Manhaj Aqidah Muhammadiyah, silahkan buka:
https://www.youtube.com/live/G2YSIbCmTyM?si=Vx3aOh_xUIgay4jL