Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi *hafizhahullah*
### **[Sifat-Sifat Penuntut Ilmu]**
Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi *hafizhahullah* berkata:
> "Seorang penuntut ilmu itu tampak berwibawa, berjiwa mulia, bersih hatinya, tinggi cita-citanya, dan matang akalnya. Mengalir di dalam urat nadinya darah kesatriaan dan semangat untuk berlari menuntaskan perkara-perkara penting. Ia tidak berdiri kecuali di pintu keutamaan, dan tidak mengulurkan tangannya melainkan untuk urusan-urusan yang besar. Ia adalah seorang yang bertakwa, cerdas, pemalu, lagi suci jiwanya.
> Seorang penuntut ilmu tidak dikhawatirkan bahayanya. Manusia merasa tenang darinya, sementara dirinya sendiri terus bersusah payah (dalam kebaikan). Orang yang bergaul dengannya merasa aman akan kebaikannya, dan orang yang bersahabat dengannya senantiasa mengharapkan kebaikannya. Ia bersikap adil terhadap dirinya sendiri, mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, berhati bersih terhadap kaum muslimin, dan selalu berbaik sangka kepada orang-orang beriman. Ia tidak mencari-cari kesalahan, tidak menyebarkan keburukan, dan tidak membocorkan rahasia. Ia dicintai oleh manusia; hati mereka condong kepadanya dan jiwa mereka merindukannya. Ia bukanlah seorang penjilat, bukan orang yang riya, bukan pula orang yang sombong. Tidak hasad, tidak pendendam, dan tidak bodoh (kurang akal). Tidak kasar, tidak kaku, dan tidak keras kepala. Bukan pencela, bukan pengadu domba, bukan pula pengumpat. Ia jauh dari segala hal yang dapat mencoreng agamanya, menjatuhkan wibawanya, dan mengundang kemurkaan terhadapnya.
> Seorang penuntut ilmu itu tunduk kepada kebenaran, kokoh di hadapan kebatilan, dan mampu menahan amarah. Ia menjawab orang bodoh dengan diam, dan menyambut orang berilmu dengan menerima (ilmunya). Ia tenang lagi berwibawa, menjauhi sikap murahan, kekonyolan, dan kecanduan bercanda yang tidak berguna. Padanya ada harga diri tanpa kesombongan, dan kemuliaan tanpa keangkuhan. Ia tidak mendatangi tempat-tempat syubhat (yang mencurigakan) dan tidak menginjakkan kaki di majelis-majelis yang sia-sia. Ia teguh dan selalu ber-tabayyun (memastikan kebenaran), terutama dalam menghadapi perkara-perkara besar dan genting. Di saat genting ia tetap tenang, dan di saat lapang ia banyak bersyukur. Ia berbicara agar paham, dan ia diam agar selamat.
> Seorang penuntut ilmu, setiap kali ilmunya bertambah, maka bertambah pula ketawaduan (kerendahan hati) nya. Ia membenci pujian dan ambisi untuk menjadi pemimpin. Ia selalu waspada terhadap hal-hal yang dapat mengotori niatnya, seperti sifat ingin tampil dan ingin merasa lebih unggul dari teman-temannya. Ia tidak menuntut ilmu untuk riya, tidak mendebat untuk bersilat lidah, dan tidak merasa gengsi untuk mengucapkan: *(Aku tidak tahu)*.
> Seorang penuntut ilmu tidak pelit dalam berbagi faedah (ilmu), karena berkah ilmu yang paling pertama adalah dengan membagikannya. Tidaklah seseorang pelit dengan ilmunya, melainkan ilmunya itu tidak akan mendatangkan manfaat."
>
◄ **[Dikutip dari khotbah beliau yang berjudul: *Raunaq al-'Ilm* (Keindahan Ilmu)]**
💡[صفات طالب العلم]
يقول الشَّيخ أ. د. صالح سندي حفظه الله:
”طالب العلم ظاهر الوَقار، شريف النَّفس، نقيُّ السَّريرة، سامِي الهمًَة، راجح العقل، تجري في عروقه دمُ الشَّهامة والرَّكض في مُهمَّات الأمور، لا يقف إلا على باب الفضائل، ولا يَبسُط يديه إلا في مُهمّٕات الأمور، تقيٌّ ذكيّ، حيِيٌّ زكيّ.
طالب العلم لا تُخاف منه غَائلة، النَّاس منه في راحة، ونفسُه منه في جُهد، يأمَن خيرَه من خالطه، ويأمُل خيرَه من صاحبَه، يُنصِفُ من نفسه ويُحِبُّ لأخيه ما يحبٌ لنفسه، سليم القلب للمسلمين، حسنُ الظنُّ بالمؤمنين، لا يُؤاخذ بالعثَرات، ولا يُشِيع القبائح، ولا يُفشِي الأسرار، محبوبٌ عند النَّاس، تحِنُّ إليه قلوبُهم وتشتاق إلى ذلك نفوسُهم، لا مُداهنٌ ولا مُراءٍ ولا مُختال، ولا حَسُودٌ ولا حَقُود ولا سفيه، لا جافٍ ولا فظٌّ ولا غَليظ، لا سبَّاب ولا نمًَامٌ ولا مُغتَاب، بعيدٌ عن كل ما يَشِين ديانتَه ويُسْقِط هيبتَه ويَسْتدعي مَقْتَه.
طالب العلم ذليلٌ للحقِّ، عزيزٌ عن الباطل، كاظمٌ للغيظ، يُجيب السّفيه بالصَّمت عنه، والعالمَ بالقَبُول منه، وقُورٌ رزين، يجتنب التَّبذُّل والسُّخف وإدمْان تافهِ المِزاح، فيه أنَفةٌ من غير كِبرياء، وعِزّةٌ من غير جَبُروت، لا يَغشى مواطن الرّيب، ولا يَطأ مجالس اللَّغو، ثابتٌ مُتثبِّت لا سيَّما في المُلمّات والمُهمَّات، في الشَّدائد وقُور، وفي الرَّخاء شَكور، يَنطق ليفهم ويسكت ليسْلم.
طالب العلم كلما ازداد علمًا ازداد تواضعًا، يكره المدح والتَّرؤُّس، يقِظٌ لما يشُوب نيّتَه من حبِّ الظهور والتفوُّق على الأقران، لا يتفقّه للرياء، ولا يُحاجُّ للمراء، ولا يستنكف عن قول: (لا أعلم).
طالب العلم لا يبخل بالإفادة، لأن أول بركة العلم الإفادة، ولم يبخل أحد بعلمه إلا لم يُنتفع به“.
◄ [مقتبس من خطبته: رونق العلم]