Mengingkari bidah dan mencela pelakunya, menjauhkan manusia darinya, dan menjauhkan umat dari kesesatan nya bukanlah ghibah
Justru itu adalah bentuk nasehat, dakwah, dan amar maruf nahi mungkar
Agar umat tidak tertipu dan terjatuh dalam kesesatan
قال أبو صالح الفراء رحمه الله :
حَكَيْتُ لِيُوسُفَ بنِ أَسْبَاطٍ عَنْ وَكِيْعٍ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الفِتَنِ، فَقَالَ : ذَاكَ يُشْبِهُ أُسْتَاذَهُ. يَعْنِي : الحَسَنَ بْنَ حَيّ. فَقُلْتُ لِيُوْسُفَ : أَمَا تَخَافُ أَنْ تَكُوْنَ هَذِهِ غِيبَةٌ؟ فَقَالَ : لِمَ يَا أَحْمَقُ ، أَنَا خَيْرٌ لِهَؤُلاءِ مِنْ آبَائِهِم وَأُمَّهَاتِهِمْ، أَنَا أَنْهَى النَّاسَ أَنْ يَعْمَلُوا بِمَا أَحْدَثُوا ، فَتَتْبَعُهُم أَوْزَارُهُم ، وَمَنْ أَطْرَاهُم كَانَ أَضَرَّ عَلَيْهِم
(السير للذهبي : ٧ / ٥٤)
Abu Shalih Al-Farrā' rahimahullah berkata:
Aku pernah menceritakan kepada Yusuf bin Asbath tentang sebagian ucapan Waki' mengenai berbagai fitnah. Maka Yusuf berkata:
Itu mirip dengan gurunya, yaitu Al-Hasan bin Hayy.
Lalu aku berkata kepada Yusuf:
Apakah engkau tidak khawatir bahwa ini termasuk ghibah?
Beliau menjawab:
Mengapa? Wahai orang bodoh! Aku justru lebih berbuat baik kepada mereka daripada ayah dan ibu mereka sendiri. Aku memperingatkan manusia agar tidak mengamalkan berbagai perkara baru (bid'ah) yang mereka ada-adakan, sehingga dosa-dosa akibat perbuatan itu tidak terus mengikuti mereka. Adapun orang yang memuji-muji mereka, maka dialah yang lebih membahayakan mereka.
Sumber: Siyar A'lam al-Nubala', jilid 7, hlm. 54.