Jumat, 03 Juli 2026

Sabar dalam mempengaruhi.

Sabar dalam mempengaruhi...

Orang yang berbicara halus meski menyimpan niat buruk, kerap kali lebih diterima dengan baik, dari pada orang yang bicara benar, tetapi dirasa menyerang perasaan. 
Iblis datang mendekati Adam dengan menampakkan wajah teman, meskipun sebenarnya menyimpan permusuhan. 
Allah berfirman, 
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ 
Iblis bersumpah di hadapan keduanya, bahwa aku sang pemberi nasihat bagi kalian berdua. (al-A'raf: 21) 

Iblis menyebut dirinya sebagai sosok yang mau berbagi. Di sinilah perasaan akan lebih tersentuh. Pesan menyesatkan sekalipun akan mudah diterima karena suasana kerukunan. 

Menjaga perasaan sering dianggap lebih penting dari pada mengungkapkan kenyataan secara telanjang. Sebab konflik terbuka dianggap sangat mengganggu keseimbangan hubungan. 

koneksi baru komunikasi... 

Akhirnya kita butuh belajar untuk mengemas kebenaran lebih santun, bernuansa tata krama, tanpa menghilangkan esensinya. Sekalipun dalam kondisi tertentu juga perlu menunjukkan ketegasan dalam rangka menjaga wibawa. 

Di sinilah kita perlu sepakat, hukum asal menyampaikan kebenaran adalah sopan dan lemah lembut. 
Suatu Ketika ada orang yang mau menasehati Harun al-Rasyid, namun dia minta izin untuk menyampaikannya dengan kalimat pedas level atas, 
يا أمير المؤمنين، إني أريد أن أكلمك بكلامٍ فيه غلظة، فاحتمله مني
Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku ingin berbicara kepadamu dengan perkataan yang agak keras, maka bersabarlah menerimanya dariku.

Spontan Khalifah Harun langsung keberatan, 
'Aku gak mau, kau tidak lebih baik dari pada Musa dan aku tidak lebih jahat dari pada Firaun. Sementara Allah perintahkan Musa untuk menyampaikan pesan dengan lemah lembut kepada Fir'aun.'

Itulah firman Allah, 
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى ( ) فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى 
“Pergilah kalian berdua kepada Fir‘aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau menjadi takut (kepada Allah).”

اللَّهُمَّ اجعَلنا إِلَيكَ مُخبِِتا

Selamat beristirahat...
Ustadz ammi nur baits