Jumat, 03 Juli 2026

Berapa jumlah ayat Al-Quran?

Berapa jumlah ayat Al-Quran?

Jumlahnya enam ribu dua ratus sekian ayat. Persisnya, menurut perhitungan versi Kufah jumlahnya 6236. tetapi banyak versi perhitungan lain yang membuat bilangan jumlahnya berbeda, walaupun yang dihitung itu isi dan susunan ayatnya sama, sebagai berikut.

Versi Madani A: 6217
Versi Madani Z: 6214 atau 6210
Versi Makki: 6219 / 6210 / 6216
Versi Kufi: 6236
Versi Bashari: 6204 / 6205 / 6206 / 6210 / 6210
Versi Syami: 6226 / 6225 / 6227 // 6232
(Mencakup versi Dimasyqi dan Himshi)

Ini terjadi karena perbedaan dalam menentukan batas akhir suatu ayat. Misalnya, ungkapan "Lam yalid walam yûlad" dalam surah Al-Ikhlas dalam perhitungan versi Kufi, Madani, dan Bashari dihitung sebagai 1 ayat, sedangkan dalam Makki dan Dimasyqi dihitung sebagai 2 ayat ("Lam yalid" itu ayat 3 dan "walam yûlad" itu ayat 4).

Bila perhitungan versi Kufi itu dibandingkan dengan versi-versi lain yang populer, maka ada 112 tambahan perhitungan ayat oleh versi lain yang oleh versi Kufi tidak dihitung. Kalau digabungkan semuanya maka jumlahnya: 6236 + 112 = 6348.

Semuanya kompak menghitung surah pertama, yaitu Al-Fatihah sebagai 7 ayat, walaupun berbeda dalam penghitungan Basmalah dan bagian akhir Al-Fatihah. Versi-versi yang tidak menghitung Basmalah sebagai ayat 1 Al-Fatihah (yaitu Versi Madani, Bashari, dan Dimasyqi) itu menghitung ungkapan "Shirâtha-lladzîna an‘amta ‘alaihim – Ghairi-l maghdhûbi ‘alaihim wala-dh dhâllîn" sebagai 2 ayat, bukan hanya 1 ayat seperti pada versi Kufi dan Makki.

Intinya, semau versi kompak menghitung Al-Fatihah yang merupakan surah pertama Mushaf Al-Quran itu 7 ayat. Dan, jumlah semua ayat dalam gabungan perhitungan gabungan antara versi Kufi dan lainnya di atas adalah 6236 + 112 = 6348 ayat.

Kalau kedua jumlah tersebut dibagi 7, maka hasilnya:

6236 / 7 = 890,857142857142857142857142857142...
6348 / 7 = 906,857142857142857142857142857142...

Ternyata hasilnya adalah 890 dan 906 tetapi masing-masing lebih sedikit. 890 dan 906 itu angkanya sama semua kecuali angka 8 dan angka 6, sementara itu adalah dua angka yang mengapit angka 7 dalam urutannya! [8--7--6]

Lalu, kelebihan dari pembagian bilangan di atas ternyata sama! Sama-sama menghasilkan bilangan desimal yang unik:

0,857142857142857142857142857142...

Ini adalah pengulangan dari barisan angka 857142. Perhatikan:

0, 857142__857142__857142__857142__857142...

Terus berulang melimpah tanpa henti walaupun dihitung sampai Kiamat!

Lalu perhatikan angka-angka unsurnya: 857142.

Kalau unsur-unsurnya ini pisahkan berimbang secara rata, kemudian hasilnya kita tambahkan (memisahkan dan menambahkan adalah aktivitas vital kehidupan), maka hasilnya:

857+142 = 999
8+1 = 9
5+4 = 9
7+2 = 9

Luar biasa! Satu keunikan yang amat menakjubkan!

Nah, lantas apa arti dari ini semua?

Tidak ada. Al-Quran adalah kitab suci yang mengandung pesan-pesan penting dari Sang Maha Sempurna sebagai petunjuk bagi umat manusia. AL-Quran terlalu mulia untuk diseret-seret pada urusan angka, bilangan, apalagi numerologi semacam ini, seberapa unik dan memikatnya sajian ataupun bisikan yang diberikan.

Perhitungan jumlah ayat itu sendiri adalah hanya perhitungan. Memang ada gunanya, termasuk secana Fikih dan Manajemen, juga secara pemahaman dari hadis-hadis mengenail Al-Quran,  termasuk mengenai masa depan:

يُقالُ لصاحِبِ القرآنِ اقرأ وارتَقِ ورتِّل كما كنتَ ترتِّلُ في الدُّنيا فإنَّ منزلَكَ عندَ آخرِ آيةٍ تقرؤُها

Akan tetapi, itu hanyalah perhitungan, yaitu praktisnya untuk memudahkan. Yang terpenting tetaplah bunyi ayatnya dan kandungannya. Makanya, dalam mushaf-mushaf usmani yang asli pun sama sekali tidak ada penomoran ayat. Bahkan tidak ada pengharokatan, tidak ada penulisan hamzah, dan tentu saja tidak ada penulisan Titik Ba' yang dihebohkan banyak orang itu.

Apakah menjadi tidak seru..?
Seru atau tidak, hidup itu yang penting benar dan berguna.

Wallâhu waliyu-t Taufîq.
Ustadz nidlol mas'ud