Bagi orang-orang yang suka ngupil, memasukkan jari jentik ke dalam lubang hidung dan menggerak-gerakannya adalah merupakan suatu kenikmatan tersendiri, apa lagi kalau yang diupil didapatkan, serasa dunia menjadi padang dan pandangan muka menjadi gamblang.
Namun di balik keasyikannya mengupil, tidak banyak yang menyadari bahwa lubang hidung adalah merupakan tempat yang nyaman bagi setan untuk bercengkerama
Mengapa hidung dijadikan tempat peristirahatan bagi setan? Jawabnya adalah karena hidung merupakan anggota tubuh manusia yang relatif sedikit melakukan fungsi ibadah, atau menurut istilah sebagian ulama’ salaf “hidung adalah merupakan anggota tubuh yang sangat jauh dari nilai ibadah”
Memang keberadaannya berbeda dengan mata, telinga, atau mulut yang sering digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Kalau mata bisa menjadi pintu masuknya ilmu agama dan pengetahuan, kalau telinga bisa mendengarkan taushiyah dan pengajaran, dan kalau mulut bisa melafalkan dan mengajarkan serta tersenyum untuk sebuah kebajikan.
Maka hidung tetap pasif dalam peribadatan dan di sinilah setan merasa aman untuk berdiam. Rasulullah bersabda:
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ، فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ.
"Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia mengeluarkan air dari hidungnya (beristintsar) sebanyak tiga kali. Karena sesungguhnya setan bermalam di dalam rongga hidungnya." (HR. Bukhari Muslim)
Nabi ﷺ menganjurkan orang yang bangun tidur agar melakukan istinsar tiga kali. Istinsar adalah mengeluarkan air dari hidung setelah memasukkannya karena setan bermalam di dalam hidung seluruhnya.
Perintah kepada semua orang yang bangun tidur agar melakukan istinsar (menyemburkan air dari hidung) untuk menghilangkan bekas setan dari hidungnya. Apabila ia akan berwudu, maka perintah istinsar lebih ditekankan.
📚 Bulugul maram
Wallohu a'lam semoga bermanfaat ✍️
#Ngaji