Panduan Makmum Masbuk dalam Shalat Jenazah
Oleh : Ngaji Turats
Permasalahan
Terkadang seseorang datang terlambat mengikuti shalat jenazah, misalnya karena ketika berwudhu dan tempat wudhu sedang ramai yang menyebabkan antri ataupun hal lainnya. Sehingga ia terlambat dan sholat sudah di mulai
Pertanyaan :
Bagaimana panduan fiqih bagi makmum yang terlambat mengikuti shalat jenazah? Apakah ia harus langsung mengikuti bacaan imam, atau tetap memulai dari takbir pertama? Lalu bagaimana apabila imam telah bertakbir lagi ketika ia belum mulai atau belum selesai membaca Al-Fatihah?
Jawaban :
Makmum yang datang terlambat (masbuk) tetap memulai shalat sesuai urutannya sendiri. Setelah bertakbiratul ihram, ia membaca Surah Al-Fatihah, meskipun pada saat itu imam telah membaca shalawat kepada nabi atau sedang membaca doa. Sebab, makmum masbuk mengikuti urutan shalatnya sendiri.
Apabila imam bertakbir lagi sebelum makmum mulai membaca Al-Fatihah, maka ia langsung bertakbir mengikuti imam dan gugurlah bacaan Al-Fatihah.
Demikian pula, apabila imam bertakbir lagi ketika makmum sedang membaca Al-Fatihah, maka menurut pendapat yang menjadi pegangan dalam mazhab Syafi'i, ia meninggalkan sisa bacaan Al-Fatihah lalu mengikuti imam, demi menjaga kewajiban mengikuti imam.
Setelah imam mengucapkan salam, makmum masbuk menyempurnakan sisa shalatnya dengan melengkapi takbir-takbir beserta bacaan-bacaannya yang belum dikerjakan.
Adapun makmum yang mengikuti imam sejak awal (makmum muwafiq), ia tidak boleh tertinggal satu takbir dari imam tanpa uzur. Apabila imam telah bertakbir berikutnya sedangkan ia belum bertakbir, maka shalat jenazahnya batal.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Kifayatul Akhyar:
«المأموم الموافق إذا تخلف عن الإمام بلا عذر فلم يكبر حتى كبر الإمام أخرى بطلت صلاته، لأن التخلف بالتكبير كالتخلف بركعة في غير صلاة الجنازة، وأما المسبوق، فيكبر ويقرأ الفاتحة، وإن كان الإمام عند الصلاة على النبي ﷺ أو في الدعاء، بل يراعي نظم صلاة نفسه، فلو كبر الإمام أخرى قبل شروعه في الفاتحة، كبر معه، وسقطت القراءة، كما لو ركع الإمام في الصلاة، فإنه يركع معه، ولا يقرأ. وإن كبر الإمام والمسبوق في الفاتحة، ترك البقية وتابع على المذهب محافظة على المتابعة، فإذا سلم الإمام تدارك المأموم باقي الصلاة بتكبيراتها وأذكارها.»
Kesimpulan
- Makmum masbuk memulai shalat dari takbir pertama, kemudian membaca Al-Fatihah sesuai urutan shalatnya.
- Apabila imam bertakbir lagi sebelum Al-Fatihah selesai, bahkan sebelum sempat mulai membacanya, makmum langsung mengikuti takbir imam dan bacaan Al-Fatihah gugur.
- Setelah imam salam, makmum menyempurnakan sisa takbir dan bacaan yang belum dikerjakan.
- Makmum yang mengikuti imam sejak awal tidak boleh tertinggal satu takbir tanpa uzur. Apabila imam telah bertakbir berikutnya sedangkan ia belum bertakbir, maka shalatnya batal.
Wallohu a'lam.
📚 Kifayatul Akhyar
#Ngaji