Senin, 06 Juli 2026

HUKUM MENGOLOK-OLOK ORANG SHALIH DAN ORANG BERILMU

HUKUM MENGOLOK-OLOK ORANG SHALIH DAN ORANG BERILMU
Penjelasan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh 

تفصيل للشيخ محمد بن إبراهيم في حكم الاستهزاء بأهل الدين والخير /

أنه من أعظم العظائم ، وإن لم يكن ردة فإنه يجر إليها ، لكنه ليس بكفر ، فإنه لايلحق ب الثلاثة المذكورة (وهي الهزل بشيء فيه ذكر الله ، أو القرآن أو الرسول ) ، لكنه دليل نفاق ، ولاسيما من كان هذا ديدنه بالنسبة إلى أهل الخير ، فلا تجده يذكر له قوم من أهل الدين إلا ووقع فيهم ، أما لو كان لايقع إلا في شخص معين أو أشخاص معينين : لكان يمكن 

يعني (أن لايكون دليل نفاق ، ولايجر إلى ذات الكفر ) 

بخلاف الهزل باسم الله أو رسوله أو كتابه فإنه كفر محض ) ٠

شرح كتاب التوحيد للشيخ محمد بن إبراهيم ٣/ ٢٤٠

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Ibrahim mengenai hukum mengolok-olok ulama dan orang-orang saleh:

Mengolok-olok mereka termasuk sebesar-besarnya dosa. Meskipun hal itu tidak sampai menjadikan pelakunya murtad, namun ia dapat menyeret kepada kemurtadan.

Akan tetapi, perbuatan itu sendiri bukanlah kekufuran, karena tidak termasuk dalam tiga perkara yang telah disebutkan, yaitu bercanda atau mengolok-olok sesuatu yang berkaitan dengan Allah, Al-Qur'an, atau Rasul-Nya.

Namun, perbuatan tersebut merupakan indikasi kemunafikan, terlebih lagi apabila hal itu menjadi kebiasaan seseorang terhadap orang-orang yang berpegang teguh pada agama.

Engkau tidak akan mendapati ia menyebut sekelompok orang yang baik dalam agama melainkan ia mencela dan mengolok-olok mereka.

Adapun jika ia hanya mengolok-olok seorang tertentu atau beberapa orang tertentu saja, maka masih mungkin hal itu tidak menjadi tanda kemunafikan dan tidak menyeret kepada kekufuran itu sendiri.

Berbeda halnya dengan mengolok-olok nama Allah, Rasul-Nya, atau Kitab-Nya, maka itu adalah kekufuran yang nyata."

Sumber: Syarah Kitab at-Tauhid karya Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh, jilid 3, hlm. 240.
Ust abu musa al mizzy