TIGA FAEDAH DAUROH
2 FAEDAH DARI SYAIKH MASYHUR BIN HASAN ALU SALMAN -hafizhahullaah-
FAEDAH PERTAMA: Penuntut Ilmu senantiasa butuh kepada dzikir kepada Allah untuk mengusir syaithan.
Allah -Ta'aalaa- berfirman:
{وَمَن یَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ نُقَیِّضۡ لَهُۥ شَیۡطَـٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِینࣱ}
"Dan barang siapa berpaling dari dzikir Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur-ann); Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya" (QS. Az-Zukhruf: 36)
Asal makna یَعۡشُ (yang diartikan dengan "berpaling") adalah: yang lemah penglihatannya (RABUN).
Dan Allah berfirman:
{وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِی فَإِنَّ لَهُۥ مَعِیشَةࣰ ضَنكࣰا وَنَحۡشُرُهُۥ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ أَعۡمَىٰ}
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku; maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan BUTA.” (QS. Thaha: 124)
Banyak dari penuntut ilmu yang mungkin ia TIDAK BUTA dari dzikir kepada Allah, akan tetapi ia RABUN dalam dzikir (yakni: kurang).
Maka, kita harus memperbanyak dzikir kepada Allah. Penuntut ilmu harus banyak berdzikir kepada Allah dan harus kuat hubungannya dengan Allah. Karena gangguan dari syaithan itu benar-benar nyata. Terbukti, Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- menyuruh kita menutup mulut ketika menguap agar syaithan tidak masuk, dan beliau memerintahkan untuk membaca bismillaah ketika makan sehingga syaithan tidak ikut makan.
Maka, penuntut Ilmu harus memperbanyak dzikir kepada Allah untuk mengusir syaithan.
FAEDAH KEDUA: Jiwa yang baik ketika mendengar kalimat yang baik; maka akan memberikan hasil-hasil yang baik.
Sedangkan jiwa yang jelek ketika mendengar kalimat yang baik; justru akan memberikan hasil-hasil yang jelek.
Seperti: Allah -Ta'aalaa- berfirman:
{مَّن ذَا ٱلَّذِی یُقۡرِضُ ٱللهَ قَرۡضًا حَسَنࣰا فَیُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥۤ أَضۡعَافࣰا كَثِیرَةࣰۚ...}
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik; maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak..." (QS. Al-Baqarah: 245)
Ketika mendengar ayat ini:
- Maka ada Shahabat langsung menginfakkan kebunnya di jalan Allah.
- Sedangkan Yahudi mengatakan: Apakah Allah miskin sehingga butuh pinjaman?!
Maka lihat bagaimana perbedaan sikap Shahabat dengan sikap Yahudi ketika mendengar perkataan yang terbaik; yakni: Kalamullaah (firman Allah).
1 FAEDAH DARI SYAIKH 'ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD MUSA NASHR -hafizhahullaah-
SEMANGAT PARA SHAHABAT TERHADAP AMAL
Ketika Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- ditanya tentang kapan Hari Kiamat; maka beliau balik bertanya: "(Amalan) apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?"
Dan karena itulah semangat para Shahabat adalah terhadap amal.
Sehingga ketika Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa Dajjal tinggal di muka bumi selama 40 hari, satu hari seperti satu tahun...dst. Maka para Shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, untuk satu hari yang seperti setahun; apakah cukup bagi kami Shalat untuk sehari (lima waktu) saja? Maka beliau menjawab: "Tidak, tapi kira-kiralah waktu (Shalat)nya (seperti hari yang biasa -pent)!"
Lihat bagaimana fokus para Shahabat adalah kepada Shalat!!!
-ditulis secara makna oleh: Ahmad Hendrix