Basahi Lisanmu Dengan Dzikir
Faidah Kuliah Shubuh Bersama Syeikhuna Al-'Allamah Masyhur Hasan Alu Salman pagi ini adalah sepatutnya Thalibil Ilmi utk senantiasa lisannya basah dengan dzikir mengingat Allah.
Ketika seseorang senantiasa berdzikir mengingat Allah maka syeithan akan lari darinya dan tidak membisikkan was-was atau bisikan-bisikan lainnya. Namun ketika lalai dari dzikrullah maka akan selalu membersamai seoarang tadi, maka dikatakan dlm atsar Ibnu Abbas:
- الشَّيطانُ جاثمٌ على قلبِ ابنِ آدمَ؛ فإذا ذَكَرَ اللَّهَ خنسَ وإذا غفلَ وَسوَسَ
"Setan itu bertengger (menetap) di atas hati anak Adam. Apabila ia mengingat Allah, setan akan menyusup dan menjauh. Dan apabila ia lalai, setan pun membisikkan godaan (kejahatan)."*
Hal ini sebagaimana juga disebutkan oleh Allah dalam FirmanNya
﴿وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ﴾
[ الزخرف: 36]
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. [Zukhruf: 36]
Yakni lalai dari dzikir maka syaitan akan menjadi QORIN (temen dekat) baginya...
Sudah sepatutnya Thalibil Ilmi itu secara lahir dan bathin ittiba kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam, ittiba secara lahir dengan lisannya basah dengan senantiasa berdzikir dan ittiba' bathinnya dg mengikat hatinya selalu terhubung dengan Allah mencintaiNya, berharap hanya kepadaNya dan rasa takut yg besar kepadaNya...
Selasa, 14 Juli 2026
Kota Batu, Jawa Timur
*خلاصة حكم المحدث : ذكره البخاري تعليقا. ووصله الطبري وهو عندهما موقوف على ابن عباس
الراوي : عبدالله بن عباس | المحدث : ابن حجر العسقلاني | المصدر : هداية الرواة الصفحة أو الرقم : 2/426
التخريج : أخرجه ابن أبي شيبة (34774 )، وأبو داود في ((الزهد)) (337 )، والطبري في ((جامع البيان)) (24/ 754)
Ustadz tauhiddin ali