Kamis, 19 Februari 2026

pendapat Syaikh Ahmad Syakir menjadikan Mekah sebagai acuan global.

Pembahasan fikih hisab terkait penentuan awal bulan yang disampaikan oleh Ust. Nidhol Babanya Shofia ini menarik. 

Dari informasi tersebut, menurut yang saya pahami, kriteria yang paling paten sekaligus paling simpel sebagai kriteria hisab adalah dengan konsep (so called) "Wujudul Hilal", sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam risalah Awail asy-Syuhur: 

فيكون أول الشهر الحقيقي الليلة التي يغيب فيها الهلال بعد غروب الشمس، ولو بلحظة واحدة

"Awal bulan yang hakiki adalah malam yang hilal tenggelam setelah tenggelamnya matahari, meskipun jedanya hanya sekejap." 

Hal lain yang disebutkan oleh Syaikh Ahmad Syakir adalah menjadikan Mekah sebagai acuan tempat (bukan wilayah yang lain), berdalil dengan isyarat yang terdapat dalam Firman Allah Ta'ala: 

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

"Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah: 'Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji.'" (QS al-Baqarah: 189)  

Beliau juga memungkas risalah tersebut dengan berkata: 

فلو ذهبنا إلى ما رأيته وفهمته، توحدت كلمة المسلمين في إثبات الشهور القمرية، وكانت مكة، وهي منبع الإسلام ومهبط الوحي، وهي ملتقى المسلمين في كل عام كأنهم على ميعاد، يتعارفون فيها ويتوادون، وفيها بيت الله الذي نحوه يتوجهون في صلاتهم، كانت مكة هذه مركز الدائرة لهم في تحديد مواقيتهم

"Sekiranya kita bisa sepakat dengan apa yang saya pahami, niscaya kalimat seluruh kaum muslimin (secara global) bersatu-padu dalam penetapan bulan-bulan Islam. Mekah adalah sumber Islam, tempat turunnya wahyu, dan tempat pertemuan kaum Muslim setiap tahun, seolah-olah mereka saling berjanji untuk bertemu di sana. Mekah adalah tempat kaum Muslim saling mengenal dan mencintai. Di Mekah, terdapat Baitullah yang seluruh kaum muslimin menghadap kepadanya di dalam shalat, sebagai simbol persatuan mereka. Dengan demikian, Mekah merupakan sentral untuk penentuan waktu bagi kaum muslimin." 

Secara konsep, saya pribadi cenderung kepada pendapat beliau (meskipun secara praktik, saya mengikuti masyarakat sekitar, yang mengacu pada ketetapan Pemerintah). Konsep "Wujudul Hilal" tersebut sebelumnya juga digunakan oleh Muhammadiyah (sebelum KHGT), hanya saja waktu itu peruntukan dan tempat acuannya masih bersifat lokal, sedangkan pendapat Syaikh Ahmad Syakir menjadikan Mekah sebagai acuan global. 

Allahu a'lam. 

adniku 260218 - 1 Ramadan 1447 H