Senin, 16 Februari 2026

Potret para ahli ilmu menurut Ibnul Qayyim.

Potret para ahli ilmu menurut Ibnul Qayyim.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
من الناس من يكون له القوة العلمية الكاشفة عن الطريق ومنازلها وأعلامها وعوارضها ومعاثرها وتكون هذه القوة أغلب القوتين عليه ويكون ضعيفا في القوة العملية يبصر الحقائق ولا يعمل بموجبها ويرى المتالف والمخاوف والمعاطب ولا يتوقاها، فهو فقيه ما لم يحضر العمل وإذا حضر العمل شارك الجهال في التخلف وفارقهم في العلم وهذا هو الغالب على أكثر النفوس المشتغلة بالعلم والمعصوم من عصمه الله ولا قوة إلا بالله 
Di antara manusia ada yang memiliki kekuatan ilmu, dengannya ia mampu mengenali jalan kebenaran, tingkat tingakatnya, tanda-tandanya, ciri-cirinya, dan tantangannya. 

Kekuatan ini dominan pada dirinya, namun ia lemah dalam prakteknya. Karenanya ia mengenali kebenaran tetapi tindakannya tidak selaras dengan ilmunya itu. 

Sebagaimana ia juga mengenali berbagai biang kebinasaan, ancaman, dan penyebab kehancuran, tetapi ia tidak menghindarinya. 

Ia seorang faqih (pakar ilmu) selama belum tiba saatnya praktek; namun ketika telah tiba saatnya praktek, ia terseyok seyok bersama orang bodoh, walaupun ia tetap berbeda dari mereka karena ilmu yang ia miliki. 

Kondisi seperti ini dominan pada banyak orang yang sibuk mempelajari ilmu, dan hanyalah Allah yang mampu melindungi siapa yang dikehendaki-Nya dari kondisi ini, dan tiada daya kecuali daya dari-Nya. (Thariqul Hijratain 175)

So, jadi manusia : ojo gumunan, ojo kagetan, ojo dumeh (jangan mudah hanyut dalam kekaguman, jangan pula mudah larut dalam keterkejutan (kaget) dan jangan membusungkan dada alias membanggakan diri sendiri.

Bila engkau mendengar atau membaca ucapan atau status yang wah, dan memukau, jangan mudah kagum, bisa jadi penulis status ini tak seindah yang engkau bayangkan....karena itu buktikan dulu secara langsung lewat sini: https://pmb.stdiis.ac.id/