Senin, 09 Februari 2026

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (1448-1517 M) bermazhab Aqidah Asy'ariyah, tetapi dengan beberapa penyesuaian dan pendekatan yang lebih dekat dengan mazhab Salafiyah.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami (1448-1517 M) bermazhab Aqidah Asy'ariyah, tetapi dengan beberapa penyesuaian dan pendekatan yang lebih dekat dengan mazhab Salafiyah.

Ibnu Hajar Al-Haitami dikenal sebagai ulama yang menggabungkan antara mazhab Asy'ariyah dan Salafiyah dalam aqidahnya. Ia menolak beberapa pendapat Asy'ariyah yang dianggap tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.

Dalam karyanya, "Al-Fatawa Al-Hadithiyah", Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan tentang aqidah yang benar dan menolak pendapat-pendapat yang tidak sesuai dengan Islam.

Mazhab Aqidah Ibnu Hajar Al-Haitami dapat diringkas sebagai berikut:

Prinsip Utama
1. Mengakui keesaan Allah SWT (Tauhid).
2. Mengimani sifat-sifat Allah SWT yang mencakup kekuasaan, kebijaksanaan, dan keadilan.
3. Mengakui kebenaran Al-Qur'an dan Hadits.
4. Mengimani hari akhir dan hisab.

Karakteristik
1. Menggunakan akal untuk memahami agama, tetapi tidak melebihi batas.
2. Mengakui peran wahyu dalam memahami kebenaran.
3. Menolak pendapat Mu'tazilah dan Qadariyah.
4. Menghargai peran ulama dan imam dalam memahami agama.

Sumber
1. "Al-Fatawa Al-Hadithiyah" oleh Ibnu Hajar Al-Haitami.
2. "Tafsir Al-Qur'an" oleh Ibnu Katsir.
3. "Syarh Sahih Bukhari" oleh Ibnu Hajar Al-Haitami.
4. "Al-Durar Al-Kaminah" oleh Ibnu Hajar Al-Haitami.
Dace awaludin