Minggu, 08 Februari 2026

Melarang membaca buku secara total adalah kebodohan ilmiah.

https://m.youtube.com/watch?v=qaVolhMKwHw&fbclid=IwVERDUAP1nwJleHRuA2FlbQIxMABzcnRjBmFwcF9pZAwzNTA2ODU1MzE3MjgAAR7RH_J9nCQFtw_Xie99Cl-9tgxwt5gUcR5RNGjsEHCP2oMebqRa-rHhnbhysQ_aem_LLQUWHXZ2mUoWYujel_E7Q

Postingan potongan video masyaikh dari ustadz Dr muhammad arifin badri Ma

✓ Mencela risalah kitab “Rifqan Ahlas-Sunnah” adalah sikap tidak ilmiah.
✓ Sebagian orang melarang membaca risalah ini, padahal isinya menyeru kepada kelembutan yang jelas diperintahkan syariat.
Dalil Al-Qur’an tentang pentingnya kelembutan:
وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.”
(QS. Āli ‘Imrān: 159)
Hadits Nabi ﷺ tentang keutamaan bersikap lembut:
مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ
“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya.”
(HR. Muslim)
✓ Ahlus Sunnah paling layak bersikap lembut kepada sesama Ahlus Sunnah.
✓ Jika bukan kepada Ahlus Sunnah, lalu kepada siapa lagi kelembutan itu diberikan?
✓ Kritik antar ulama pada sebagian ungkapan adalah hal biasa.
✓ Ulama sejak dahulu saling mengkritik pada kalimat tertentu tanpa menjatuhkan keseluruhan karya.
✓ Contoh kritik ilmiah antar ulama besar:
Syaikh Hammūd at-Tuwajiri رحمه الله mengkritik risalah hijab karya Syaikh al-Albani رحمه الله — ini perkara ilmiah yang wajar.
✓ Ilmu diambil dari siapa saja.
✓ Melarang membaca buku secara total adalah kebodohan ilmiah.
✓ Risalah ini direkomendasikan oleh ulama besar:
Ditazkiyah oleh Mufti KSA Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Āl Syaikh dan Syaikh Shalih al-Fauzan حفظهما الله.
✓ Risalah telah dicetak ulang dengan tambahan dan perbaikan.
✓ Menunjukkan penulis terbuka terhadap nasihat dan koreksi.
✓ Dialog Syaikh al-‘Abbād dengan Syaikh Muhammad al-Khamis:
Beliau menyarankan agar sebagian kalimat diperjelas agar tidak disalahpahami.
✓ Jawaban penting Syaikh al-‘Abbād:
Manusia bisa salah paham terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, maka lebih mungkin lagi salah paham terhadap ucapan ulama.
✓ Kesalahpahaman pembaca tidak otomatis menjadi kesalahan penulis.
✓ Ungkapan umum bisa disalahpahami; kesalahan ada pada pemahaman yang keliru.
✓ Tidak boleh membebani ulama dengan kesalahan orang yang salah paham.
✓ Prinsip ilmiah: bedakan antara kesalahan teks dan kesalahan pemahaman manusia.

Mohon koreksinya Syaikh .. Dr Muhammad Arifin Badri
https://www.facebook.com/share/p/18BHq9mjx5/