Hubungan Ekonomi dan Izzah seorang muslim
Jika seorang pemuda (apalagi penuntut ilmu) miskin dan tidak punya skill, ia rentan "terbeli". Ia bisa menjadi penjilat, menggadaikan fatwa, atau membenarkan yang salah demi amplop bantuan.
Jika kita punya penghasilan sendiri, kita berani berkata "Haq" itu "Haq", karena perut kita tidak dikendalikan oleh orang lain.
Disarikan dari kitab min Washaya lis syabab, Syaikh Abdurrozaq bin Abdil Muhsin al-Badr
Rafi'i Ilham غفر الله له ( Alumni Sofwah University)