Jumat, 06 Februari 2026

Pasangan Hidup Berpotensi Memberikan Pengaruh Besar Terhadap Agama


:: Pasangan Hidup Berpotensi Memberikan Pengaruh Besar Terhadap Agama Pasangannya ::

Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله bertutur ;

يجبُ عنـد الـزواج اختيـار الأزواج الصالحيـن المتمسِّكـين بـدِينهم ، الذيـن يرعـون حرمـة الـزواج وحسـن العِـشرة  

Wajib ketika menikah memilih calon suami yang shalih yang berpegang teguh dengan agamanya, yang memperhatikan kehormatan pernikahan dan kebagusan pergaulan.
【 Majmu' Al-fatawa ; 2/543 】

Pasangan hidup berpotensi memberikan pengaruh paling besar pada agama pasangannya.

Suami Sebagaimana nahkoda kapal, adapun istri sebagai awaknya. Awak kapal akan mengikuti nahkodanya

لا تُخاطِر، ولا تُخاطِري! 

Janganlah kamu mengambil resiko, baik kamu laki-laki maupun perempuan!

كم مِن فتاةٍ صالحة تزوَّجت عاصٍ بحجّة سيهتدي بعدَ الزواج فأفسدها!

Betapa Banyak gadis yang baik (shalihah) yang menikah dengan orang yang tidak taat kepada agama dengan harapan bahwa suaminya akan menjadi lebih baik setelah menikah, namun ternyata suaminya malah merusak dirinya.

 وكم من رجل صالح تزوَّج امرأة عاصية بحجّة ستهتدي لاحقًا فأفسدته!

Begitu pula banyak lelaki baik (shalih) yang menikahi wanita yang tidak taat kepada agama dengan harapan bahwa istrinya akan menjadi lebih baik nanti, namun ternyata istrinya malah merusak dirinya.

دينك -يا هذا- أعزّ ما تملك، فلا تغامر به، وتخيَّر الجليس الصَّالح، والصَّاحب التقي، والأنيس الوفي!

Agama adalah hal yang paling berharga yang kamu miliki, maka janganlah kamu mempertaruhkannya. Pilihlah teman yang baik, sahabat yang bertaqwa, dan teman yang setia.

وفي الحَديث :
"إذا جاءكم مِن ترضون دينه وخلقه فزوّجوه".

Dalam hadits disebutkan: "Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah dia."

وفي الحديث الآخر : 
"فاظفر بذات الدين تربت يَداك"

Dalam hadits lain disebutkan: "Pilihlah wanita yang memiliki agama yang baik, maka kamu akan beruntung."

الدين مقدَّم في الطَلب، فقدّمه 
عند الطلَب ولتكُنّ بقيَّة الشروط لواحق."

Agama harus menjadi prioritas utama dalam memilih pasangan hidup, Utamakan agama dalam memilih pasangan, dan sifat-sifat lainnya dapat menjadi pertimbangan selanjutnya.

Jika agamanya baik, ان شاء الله pengaruhnya baik dan jangan sampai kita memberi pengaruh buruk pada agama pasangan kita.

Betapa banyak suami yang menderita karena mendapati berumah tangga dengan wanita yang buruk agamanya dan betapa banyak istri yang menyesal karena menikah dengan suaminya karena agamanya yang jelek.

Adapun sebaliknya, betapa indah rumah tangga yang jika satu sama lain antara suami istri saling tolong menolong dalam ketaatan kepada Allah, istiqomah diatas sunnah juga saling membantu beribadah dalam agama Allah.

Maka seorang lelaki harus membekali diri dengan ilmu syar'i, sebab seorang suami wajib mendidik istri-istrinya dalam urusan agama, mereka tak hanya butuh dunia, bawalah mereka ke surga dan jagalah mereka dari api neraka.

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu, anakmu dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka. Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” 
【 QS. At-Tahriim /66 : 6 】

Begitupun suami, harus memilih istri yang baik pula agamanya.

Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah bertutur:

و قد يقول بعض الناس : أتزوج امرأة غير ديِّنة لعل الله أن يهديها على يدي ، و نقول له : نحن لا نكلَّف بالمستقبل، فالمستقبل لا ندري عنه ، فربما تتزوجها تريد أن يهديها الله على يدك ، ولكنها هي تحولك إلى ما هي عليه فتشقى على يديها  انتهى. 

Sebagian orang bertutur ; 
❝Aku menikah dengan seorang wanita yang tidak baik agamanya, yang semoga Allah memberinya hidayah melalui tanganku❞

Maka kita katakan kepadanya: 
❝Kita tidak di bebani dengan perkara yang akan datang, yang akan datang kita tidak tau tentangnya.
Kadang engkau menikahinya dan ingin agar Allah memberikannya hidayah melalui engkau, 
Akan tetapi justru ia yang memalingkan engkau kepada apa yang ia berada diatasnya, Maka engkaupun binasa dengan sebab dia❞

Celaka bagi suami yang tidak membimbing agama istrinya.

Amir bin Qais Al-Mulaiy رحمه الله bertutur :

إِن الْمَرْأَة لتخاصم زَوجهَا  يَوْم الْقِيَامَة عِنْد الله فَتَقول: إِنَّه كَانَ لَا يؤدبني، وَلَا يعلمني شَيْئا، كَانَ يأتيني بِخبْز السُّوق 
【 تفسير السمعاني ٤٧٥/٥ 】

❝ Sesungguhnya seorang wanita sungguh akan menuntut pertanggung jawaban suaminya dihari kiamat disisi Allah dan mengatakan: Sesungguhnya dia dahulu tidak mendidik aku, dan tidak mengajarkan aku apapun, dia seringnya membawakan aku roti dari pasar ❞
【 Tafsir As-Sam'ani : 5/475 】

Senin | 14 Sya'ban 1447 H
Khanzah ashfahany al atsar