Kamis, 05 Februari 2026

DAKWAH ITU BERKAITAN AMANAH MENYAMPAIKAN WAHYU YANG DITURUNKAN BUKAN MENYAMPAIKAN KEINGINAN, PENDAPAT DAN USULAN

DAKWAH ITU BERKAITAN AMANAH MENYAMPAIKAN WAHYU YANG DITURUNKAN BUKAN MENYAMPAIKAN KEINGINAN, PENDAPAT DAN USULAN

Dalam poin mukadimah daurah, Syaikh Muhammad Hisyam Thahiri -hafizhahullah- berkata:

"Keyakinan salafi pondasinya adalah sesuatu yang dinukil, berbeda dari keyakinan khalafi. Sama saja apakah dari khawarij, qadariyyah, mu'tazilah, rafidhah atau selain mereka. Kamu dapatkan bahwa ia hasil pemikiran-pemikiran, sementara hasil pemikiran itu berpotensi salah dan benar serta bisa ditolak atau diterima. Berbeda dengan Aqidah yang dinukil dan dibangun di atas Al-Quran dan Sunnah. 

Kalian temukan dengan pasti bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam berdiskusi, menjelaskan, menyampaikan kepada manusia, meski berbeda-beda tingkatan pemahaman mereka, beliau hanya menyampaikan kepada mereka: Allah berfirman dan saya adalah utusan Allah, beliau tidak mengatakan kepada mereka sesuatu yang lain.

Bahkan Al-Quran menegaskan bahwa Allah berfirman:

{یَـٰۤأَیُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَۖ}
'Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' (QS Al-Maidah: 67)

Ayat ini merupakan satu metode dari sekian gaya bahasa pembatasan, yang artinya: 'Jangan kamu sampaikan kecuali Wahyu yang diturunkan.'

Oleh karena itu Allah berfirman:
{لِتَحۡكُمَ بَیۡنَ ٱلنَّاسِ بِمَاۤ أَرَىٰكَ ٱللَّهُۚ}
'Agar kamu putuskan antara mereka dengan apa yang Allah perlihatkan kepadamu.' (QS An-Nisa: 105)

Dan Allah tidak berfirman: '(putuskan) dengan apa yang kamu lihat',

Kita yakin bahwa beliau -shallallahu 'alaihi wasallam- ditanya dalam berbagai kesempatan bukan hanya tentang Aqidah.

{وَیَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ}
'Mereka bertanya kepadamu tentang ruh.' (QS Al-Isra: 85)

Beliau tidak hanya ditanya tentang siapa penduduk surga.

{وَقَالَتِ ٱلۡیَهُودُ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ نَحۡنُ أَبۡنَـٰۤؤُا۟ ٱللَّهِ وَأَحِبَّـٰۤؤُهُۥۚ}
'Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata kami adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya.' (QS Al-Maidah: 18)

Bahkan tentang permasalahan ibadah (fiqih).

{وَیَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِیضِۖ}
'Mereka bertanya kepadamu tentang haidh.' (QS Al-Baqarah: 222)

Bahkan sampai beliau ditanya tentang alam.

{وَیَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡجِبَالِ}
'Mereka bertanya kepadamu tentang gunung.' (QS Thaha: 105)

{یَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَهِلَّةِۖ}
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.' (QS Al-Baqarah: 189)

Beliau tidaklah menjawab dengan pendapatnya.

Inilah diantara karakteristik paling menonjol dari Aqidah Salafiyyah, yaitu bahwa ia itu Aqidah berdasarkan Atsar. Tidak ada di dalamnya melainkan Allah berfirman, Rasul bersabda dan Salaf berkata.

Oleh karena itu, tidaklah kamu buka satu referensi dari kitab-kitab Aqidah Salaf yang besar, seperti Syarah Ushul I'tiqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah karya Imam Abul Qosim ath-Thabrany al-Lalika-i, Syarhus Sunnah karya Imam al-Khallal dan Kitab Asy-Syari'ah karya Imam al-Ajurry, 

kitab aqidah apa saja yang ditulis Salaf kamu dapati di dalamnya ada tiga perkara: (1) ayat, (2) hadits dan (3) atsar; karena Aqidah adalah Atsariyyah.

Maknanya adalah Aqidah berdasarkan Al-Quran dan Sunnah, maka sumbernya adalah Wahyu yang diturunkan.

Aqidah yang terambil dari Wahyu yang diturunkan ini tidak akan dihinggapi kesalahan. Kesalahan akan hinggap kepada pemikiran-pemikiran.

Oleh karena itu, saya dan kalian harus membangun agama kita di atas Allah berfirman dan Rasul bersabda, bukan dengan saya berpendapat dan menurut perasaan saya; karena pendapat, persangkaan dan perasaan tidak bisa menjadi Aqidah."

Dinukil, diringkas dan diterjemahkan oleh:
Muhammad Iqbal Rahmatullah 

[Sesi pertama Daurah ke-5 Materi Ushul Sunnah karya Imam Ahmad bin Hanbal/ Masjid Al-Barkah Cileungsi/ lihat dari menit 16.53 - 22.07
https://www.youtube.com/live/ilK9MSZ_wKs?si=Tl_AoCvDUMfozH5Y]
ustadz iqbal abu daud