Bahaya Mencela Ulama dan Penuntut Ilmu
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, saat menulis biografi Al-Hafizh Ibnu Sanad Al-Lakhmi, menuturkan:
Ia (Ibnu Sanad) kehilangan sebagian besar hafalannya, bahkan kehilangan hafalan Al-Qur'annya. Ada yang berpendapat bahwa musibah tersebut merupakan hukuman baginya karena ia terlalu sering mencela dan menjatuhkan kehormatan orang lain.
— Ad-Durar al-Kaminah, Jilid 6, Hal. 24
Abu Abdurrahman Al-Jazairi mengomentari:
Lihatlah, ini baru hukuman bagi mereka yang menggunjing masyarakat awam, karena kata 'manusia' dalam teks tersebut bermakna umum, mencakup siapa saja.
Lalu, bagaimana jadinya dengan mereka yang berani mengghibah para ulama dan penuntut ilmu, bahkan dengan entengnya menuduh sembarangan serta menyesatkan mereka?!
______________
- قال الحافظُ ابن حَجر العَسقلاني في ترجمةِ الحافظِ ابن سَنَدٍ اللَّخميِّ:
«ونَسِيَ غالبَ محفوظاتِه حتى القرآن، ويُقال: إنَّ ذلك كان عقوبةً له، لكثرة وقيعتِه في النَّاس».
- الدُّرر الكامنة ج٦ ص٢٤ -
- قلتُ : أبو عبد الرحمن الجزائري
" هذه عقوبة من يغتاب العوام لأن لفظ ( الناس ) عام يشمل كل الطبقات ، فكيف بغيبة العلماء وطلبة العلم واتهامهم وتضليلهم ..!!!! "
أبو عبد الرحمن الجزائري
Ust reza