Selasa, 10 Februari 2026

"Kalau Mau Dibawa Pulang, Ya Beli Emas Fisik Saja!"

"Kalau Mau Dibawa Pulang, Ya Beli Emas Fisik Saja!"
Banyak orang salah kaprah, menganggap emas digital baru dianggap "sah" kalau fisiknya sudah dibawa pulang ke rumah. Padahal, kalau orientasi kita adalah likuiditas, argumen itu jadi tidak relevan.

Tujuan utama emas digital adalah agar aset kita likuid (mudah dicairkan). Kita ingin nilai emas kita bisa ditukar menjadi uang tunai atau alat bayar dalam hitungan detik, tanpa harus repot pergi ke toko emas, antre, dan cek fisik yang memakan waktu.

Poin pentingnya bukan pada "memegang barang", tapi pada "bukti audit".

Dalam sistem emas digital yang kredibel, yang kita pegang adalah hak kepemilikan sah yang dijamin oleh hasil audit independen. Tugas auditor adalah memastikan bahwa setiap gram emas yang tercatat di aplikasi memang benar-benar ada secara fisik di brankas depositary.

Kalau pada akhirnya emas digital itu kita tarik fisik dan bawa pulang, maka fungsi "digital"-nya hilang. Kita kembali lagi ke sistem manual:

Kehilangan kecepatan transaksi (likuiditas).

Muncul lagi risiko keamanan (pencurian/hilang).

Ribet saat mau menjualnya kembali.

Kesimpulannya: Emas digital diciptakan untuk mereka yang ingin asetnya aman, diaudit secara profesional, dan bisa cair kapan saja tanpa hambatan jarak dan waktu.

Ingin liat emasnya tiap hari? Beli emas fisik. Ingin aset aman dan siap cair kapan pun butuh? Emas digital solusinya.

Jangan mencampuradukkan fungsi dengan wujud. Selama auditnya jelas, hak kita aman.
Ustadz noor akhmad setiawan
https://www.facebook.com/share/1D7MGxCgK6/