Sabtu, 14 Februari 2026

"Qishshah al-Asya'irah" (Kisah Kaum Asy'ariyah).

 "Qishshah al-Asya'irah" (Kisah Kaum Asy'ariyah).

> "Para ahli Kalam (teolog) telah menghindari penyebutan lawan mereka—yaitu kalangan yang menetapkan sifat-sifat Allah (mutsbitah ash-shifat)—dengan sebutan 'Ashabul Hadits' (Ahli Hadis). Hal ini karena mereka mengetahui besarnya kedudukan Ashabul Hadits di mata umat Islam. Sebagai gantinya, mereka menggunakan sebutan 'Hanabilah' (pengikut mazhab Hambali) dan 'Karramiyah' untuk merendahkan derajat mereka, dan memberi kesan bahwa mereka hanyalah salah satu sekte biasa di antara mazhab-mazhab Islam lainnya. Padahal, mayoritas kaum Karramiyah berasal dari kalangan Hanafi-Murji'ah dan mereka bukan termasuk bagian dari Ashabul Hadits."
Ringkasan Isi Halaman Lainnya
Secara keseluruhan, halaman 570 ini menjelaskan tentang persaingan wacana dan label negatif yang diberikan kepada kelompok pembela Sunnah/Hadis pada masa itu:
 * Label Negatif: Selain disebut Hanabilah atau Karramiyah, mereka juga dijuluki dengan istilah yang merendahkan seperti Mujassimah (penyerupa Tuhan dengan makhluk), Hashwiyyah, dan Ru’a’ (orang rendahan). Istilah Hashwiyyah awalnya digunakan oleh kaum Mu'tazilah, namun kemudian dipopulerkan oleh kaum Asy'ariyah dalam buku-buku mereka.
 * Konflik dengan Sufi: Teks tersebut menyebutkan bahwa kaum Sufi termasuk yang paling keras memusuhi Ashabul Hadits. Hal ini terjadi karena Ashabul Hadits sering mengkritik akidah kaum Sufi dan menganggapnya sebagai bid'ah atau kesesatan.
 * Aliansi Politik/Pemikiran: Terjadi aliansi antara kaum Asy'ariyah dan Sufi untuk menjatuhkan kredibilitas Ashabul Hadits di mata masyarakat umum.
 * Aksi Sosial Kaum Hanbali: Disebutkan bahwa kaum Hanbali sangat aktif dalam gerakan Amr Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran), seperti merusak alat-alat musik dan menumpahkan khamar (minuman keras), yang membuat pengaruh mereka semakin kuat di tengah masyarakat pada tahun 323 Hijriah (berdasarkan catatan sejarawan Ibn al-Athir).
ustadz syahban farohi