Minggu, 15 Februari 2026

Ikhtiyarot (Pendapat Pilihan) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Pembagian Air

Ikhtiyarot (Pendapat Pilihan) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Pembagian Air

Dalam masalah klasifikasi air, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tidak keluar dari kerangka mazhab Hanbali — meskipun yang beliau pilih bukan pendapat mu‘tamad —,  yaitu membagi air menjadi dua kategori saja:

1. Air Thahur (suci lagi mensucikan)
2. Air Najis

Adapun kategori yang dikenal dalam sebagian literatur Hanbali sebagai air suci tetapi tidak mensucikan (thahir ghayr muthahhir), maka beliau mengembalikannya kepada rincian berikut:

1. Air Musta‘mal untuk Mengangkat Hadas

Air yang telah digunakan untuk mengangkat hadas tetap berstatus Thahur. Ini merupakan salah satu riwayat dalam mazhab Hanbali.

2. Air Bekas Menghilangkan Najis

Jika air digunakan untuk menghilangkan najis dan tidak mengalami perubahan sifat (warna, rasa, atau bau), maka ia tetap Thahur. Ini adalah sebuah wajh dalam mazhab yang berakar dari riwayat sebelumnya.

3. Air yang Bercampur dengan Benda Suci

Jika campuran tersebut mengubah air hingga keluar dari penamaan “air” secara mutlak, maka ia tidak lagi dihukumi sebagai air, dan ini berdasarkan ijma’.
Namun jika perubahan itu tidak sampai menghilangkan nama “air” darinya, maka ia tetap pada hukum asalnya, yaitu Thahur. Ini juga merupakan salah satu riwayat dalam mazhab.