Sabtu, 14 Februari 2026

Sudair, Tumair, dan Penentuan Awal Puasa di Indonesia

Sudair, Tumair, dan Penentuan Awal Puasa di Indonesia 

Sudair dan Tumair adalah dua kabupaten yang dijadikan tempat pemantauan hilal di Saudi. 

Biasanya, saat di tempat lain hilal tak terlihat, di Sudair atau Tumair sering bisa terlihat. 

Bahkan, ketika para ahli falak bilang "Hilal tak akan terlihat", di Sudair atau Tumair dapat terlihat. 

Nah... Ramadhan kali ini, tim pemantau hilal dari pemerintah Saudi akan menerjunkan timnya pada Selasa sore. 

Kata ahli bidang klimatologi, Afnan Al Malham: "Hari Selasa nanti tidak ada hilal yang terlihat di Sudair dan Tumai." 

Meskipun ahli falak, ahli klimatologi, dan ahli cuaca bilang gak mungkin terlihat hilal, pemerintah gak terpengaruh memutuskannya. Tetap bersandar pada hasil ru'yah nanti. 

Jika hilal ternyata dapat dilihat di Sudair atau Tumair, tetap akan diputuskan hasilnya dan diumumkan ke khalayak, meskipun berbeda dengan pendapat para ahli di bidangnya. 

Inilah bedanya penentuan awal puasa di Saudi dan di Indonesia. 

Di Saudi, meskipun secara hitungan astronomi hilal sangat rendah mustahil terlihat, jika ada yang mengaku melihat dan disumpah, maka persaksiannya diakui.

Adapun di Indonesia, persaksian melihat hilal harus disesuaikan dengan hitungan astronomi. Jika ketinggian hilal kurang dari 3 derajat, mau mengaku melihat hilal dan bersumpah pun, tidak akan diakui kebenarannya, karena itu dianggap bertentangan dengan sains.
ustadz budi marta saudin