Senin, 16 Februari 2026

Menurut KHGT, hilal terhitung sudah memenuhi kriteria pada tanggal 17 Februari 2026 setelah matahari terbenam, di Alaska. Pada saat itu, Jakarta sudah masuk tanggal 18 Februari 2026, pukul 9 pagi. Muhammadiyah dengan tegas sudah menetapkan, walaupun terjadi perbedaan waktu, maka 1 Ramadhan tetap terhitung jatuh tanggal 18 Februari.

Pertanyaan: 
Menurut KHGT, hilal terhitung sudah memenuhi kriteria pada tanggal 17 Februari 2026 setelah matahari terbenam, di Alaska. Pada saat itu, Jakarta sudah masuk tanggal 18 Februari 2026, pukul 9 pagi. Muhammadiyah dengan tegas sudah menetapkan, walaupun terjadi perbedaan waktu, maka 1 Ramadhan tetap terhitung jatuh tanggal 18 Februari.

Kalau rukyat global, saya mau bertanya kepada teman-teman yang mengerti atau bahkan menganut rukyat global, apakah masyarakat di Indonesia masih berkewajiban menunggu hasil rukyat Alaska hingga jam 9 pagi pada tanggal 18 Februari? Lalu, bagaimana ketentuan tarawih dan niat berpuasanya? Silakan disampaikan pendapatnya.

(Haram saling mencela atau merendahkan pihak yang berbeda pendapat di lapak ini)
Ustadz muhammad laili

Jawaban: 
Jawaban singkatnya, menurut pengikut madzhab Hanabilah (rukyat global):

Malam 18 Februari: Karena di Alaska belum maghrib, warga Jakarta tidak shalat Tarawih (masih dianggap 30 Sya'ban).

Jam 9 Pagi (setelah kabar masuk): Wajib langsung Imsak (berhenti makan/minum) seketika sebagai penghormatan terhadap Ramadhan.

Status Puasa: Hari itu dianggap tidak sah karena niat tidak dilakukan sebelum fajar, maka wajib Qadha di luar Ramadhan.

Menunggu Alaska? Secara praktis tidak perlu "menunggu" sampai jam 9 pagi; jika pagi hari baru dapat berita valid, hukum di atas langsung berlaku.
Al akh putera pehari yusuf