UCAPAN PENTING SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ TENTANG PUASA IKUT RUKYAT NEGARA LAIN
Salah satu ucapan penting dari Al Allamah Al Mufti Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah tentang puasa Ramadhan ikut rukyat negara lain adalah sebagai berikut:
"فمن اطمأن إلى رؤية البلد أو الدولة صام معها قرب أو بعد،
ومن لم يطمئن لأن الدولة تحكم غير الشريعة ولا تحكم بالشريعة، أو لأسباب أخرى منعت من اتباع تلك الدولة فإنه يستقل ويعمل بما ثبت لديه من الرؤية ولو سبقت دولة أخرى أو تأخر عنها في الصوم والفطر، فالأمر في هذا واسع والحمد لله
ولا حرج على الناس في ذلك، ولا يضرهم اختلاف صومهم وعيدهم، لا يضرهم في ذلك ماداموا متمسكين بالشرع وطالبين ما قاله الله ورسوله، ومتمسكين بحكم الله ورسوله، لا يضرهم ذلك والله ولي التوفيق.
"Barang siapa yang merasa yakin dengan rukyat hilal di suatu negeri atau negara tertentu, hendaknya ia berpuasa bersamanya, baik negara itu dekat maupun jauh.
Barang siapa yang tidak yakin karena negara tersebut tidak menetapkan hukum syariat, atau karena alasan lain yang mencegahnya untuk mengikuti negara tersebut, maka hendaknya ia bertindak secara mandiri dan bertindak sesuai dengan apa yang telah ia yakini mengenai penampakan bulan baru tersebut, meskipun rukyat itu mendahului negara lain atau telat darinya dalam berpuasa dan berbuka puasa.
Masalah dalam hal ini lapang, alhamdulillah, dan tidak ada kesempitan pada manusia dalam hal ini.
Perbedaan dalam puasa dan Hari raya mereka tidak membahayakan mereka, selama mereka berpegang pada syariat dan mencari apa yang telah Allah dan Rasul-Nya firmankan, serta berpegang pada hukum Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini tidak membahayakan mereka, dan Allah-lah Yang Maha Pemberi taufiq."
Berikut gambar sebagaian Negara yang berpuasa Ramadhan 1447 H, ada yang memulai Rabu 18 Feb 2026 karena ada hilal di Saudi dan beberapa negara, dan ada yang Kamis 19 Feb 2026 karena ikmal, termasuk negeri kita tercinta Indonesia yang ikmal.
Bagi yang sudah puasa saya ucapkan
Ramadhan mubarok alaikum WA alaina.