Jadwal Imsakiyah tapi tak Ada Waktu Imsaknya
Seperti halnya di kita, di Saudi pun ada jadwal imsakiyah pada saat bulan Ramadhan tiba.
Jadwal imsakiyah ini terdiri dari waktu masuknya shalat 5 waktu, ditambah waktu syuruq atau matahari terbit.
Pada jadwal yang dishare ini tidak ada tanda waktu imsak atau mulai menahan diri dari makan dan minum, yang biasanya di kita diumumkan 10 menit sebelum adzan subuh dikumandangkan.
Di Saudi, mulai menahan makan dan minum adalah saat adzan subuh dikumandangkan oleh muadzin.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pernah ditanya: Bagaimana hukum makan dan minim di tengah adzan subuh dikumandangkan?
Kata Syaikh Bin Utsaimin, tergantung dari muadzinnya, dia benar kumandangkan sesuai waktu atau tidak.
"Kalalu muadzinnya adzannya yakin sesuai waktunya, maka wajib bagi yang berpuasa untuk menahan makan dan minumnya," kata beliau.
Syaikh Bin Utsaimin menukil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Makan dan minumlah sampai kalian mendengar kumandang adzan oleh Ibnu Umi Maktum."
Ulama karismatik Saudi ini berpendapat, jika memang muadzin masih belum yakin mengumandangkan adzan sesuai waktunya, boleh saja seseorang masih makan dan minum.
Hanya saja, menurut beliau, lebih afdhal dan hati-hati agar ia tidak makan dan minum saat adzan sudah berkumandang (Ash Shiyam, Majmuah As'ilah fi Ahkamihi, hal. 51-52).
Dalam kesempatan lainnya, Syaikh Bin Utsaimin menjelaskan keadaan orang yang berada di tengah gurun, semestinya mengandalkan penglihatannya sendiri dalam menyaksikan fajar, tanpa harus menunggu kumandang adzan.
"Hanya saja, jika seseorang berada di tengah gurun dan bisa melihat fajar, maka dia tidak harus menahan makan dan minum saat mendengar adzan, sampai dia melihat fajar terbit secara langsung, jika tidak ada yang menghalangi hal tersebut," kata Syaikh Bin Utsaimin, dalam buku 48 Sualan fish Shiyam, halaman 38.
Jadi, penulisan waktu imsak 10 menit sebelum adzan subuh, tidak lumrah dilakukan di Saudi.
Mereka berhenti makan dan minum saat adzan subuh berkumandang.
Atau jika berada di tengah gurun, mereka berhenti makan dan minum saat menyaksikan fajar terbit.
--
Riyadh, 2 Ramadhan 1447 H
Ustadz budi marta saudin