Selasa, 27 April 2021

Faidah Quraniyah**KESEJAHTERAAN LAHIR DAN BATIN

بسم الله الرحمن الرحيم

🍃 *Faidah Quraniyah*

*KESEJAHTERAAN LAHIR DAN BATIN*

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ  ۗ  اُدْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيْنَ. وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ اِخْوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ. لَا يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَـصَبٌ وَّمَا هُمْ مِّنْهَا بِمُخْرَجِيْنَ.
*"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).* "(Allah berfirman), *"Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman." "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya."*
(QS. Al-Hijr, ayat 45-48)

🔖 Allah subhanahu wata'ala memberikan kemuliaan dan kesudahan yang baik untuk para hamba-hambaNya yang bertakwa.
➡️ Bagi mereka disediakan surga yang penuh kenikmatan, kesejahteraan, keselamatan, dan ucapan selamat untuk mereka.

🔖 Penduduk surga sehat selalu dan tidak pernah sakit, hidup selamanya di surga dan tak akan mati, muda selalu dan tidak akan tua, dan kekal di surga tidak akan keluar darinya.

 🔖 Hati para penduduk surga dibersihkan sebelum masuk ke surga sebagaimana fisik mereka. Tidak ada lagi urusan yang mengganjal di hati antara mereka sedikitpun sehingga mereka bertemu dalam keadaan saling lapang hati dan berhadap-hadapan dengan gembira tanpa saling membelakangi atau menghindar satu sama lain.

Dalam hadis riwayat Bukhori

إِذَا خَلَصَ المُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ ، حُبِسُوا بِقَنْطَرَةٍ بَيْنَ الجَنَّةِ وَالنَّارِ ، 
*Jika orang-orang beriman telah selamat dari neraka maka mereka ditahan dengan sebuah jembatan antara surga dan neraka.*

فَيَتَقَاصُّونَ مَظَالِمَ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا ، 
*Lalu dibalas kedzaliman yang terjadi di antara mereka di dunia*

حَتَّى إِذَا نُقُّوا وَهُذِّبُوا ، أُذِنَ لَهُمْ بِدُخُولِ الجَنَّةِ ، 
*sampai jika mereka telah dibersihkan dan disucikan maka mereka diizinkan masuk surga.*

فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ ، لَأَحَدُهُمْ بِمَسْكَنِهِ فِي الجَنَّةِ: أَدَلُّ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا
*Maka demi yang jiwa Muhammad shalallahu alaihi wasalam di tanganNya (di tangan Allah) sungguh salah seorang mereka lebih tahu arah tempatnya di surga dibanding arah tempatnya dulu di dunia.*

Wallohu a'lam

Rujukan
📙 Tafsir Ibnu Katsir rahimahullohu ta'ala

🖊️ Sunardi bin Kuwat
14 Ramadhan 1442 H

Qunut Witir

بسم الله الرحمن الرحيم

 *Qunut Witir*

🔖 Mengingatkan bagi yang mengikuti madzhab Syafi'i rahimahullohu ta'ala bahwa disunahkan qunut pada separuh akhir ramadhan di rakaat akhir shalat witir.

🔖 Dan sebagai perbandingan madzhab, berikut pendapat empat madzhab tentangnya:

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله: وأما القنوات في الوتر فجائز وليس بلازم فمن أصحابه - أي النبي صلى الله عليه وسلم- من لم يقنت، ومنهم من قنت في النصف الأخير من رمضان، ومنهم من قنت السنة كلها، والعلماء منهم من يستحب الأول كمالك، ومنهم من يستحب الثاني كالشافعي وأحمد في رواية، ومنهم من يستحب الثالث كأبي حنيفة والإمام أحمد في رواية. والجميع جائز فمن فعل شيئاً من ذلك فلا لوم عليه).

🖊️ *Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullohu ta'ala berkata:*

🔹 *Adapun qunut pada shalat witir maka boleh dan tidak wajib.*
➡️ *Di antara para sahabat Nabi ada yang tidak melakukan qunut pada shalat witir ini*
➡️ *Dan di antara para sahabat Nabi juga ada yang melakukan qunut di separuh akhir ramadhan.*
➡️ *Dan di antara para sahabat Nabi juga ada yang melakukan qunut sepanjang tahun semuanya*

🍃 *Adapun para ulama maka*:
▶️ *Di antara mereka ada yang lebih menyukai yang awal (tidak qunut) seperti Malik*
▶️ *Di antara mereka ada yang menyukai kedua (qunut di separuh akhir ramadhan) seperti Syafi'i dan Ahmad dalam satu riwayat*
➡️ *Dan di antara mereka ada yang menyukai ketiga (qunut sepanjang tahun) seperti Abu Hanifah dan Ahmad dalam satu riwayat yang lain.*

✅ *Dan SEMUANYA BOLEH. Barangsiapa yang melakukan manapun dari itu maka TIDAK ADA CELAAN BAGINYA.*

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/25269/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%AA%D8%B1-%D9%88%D9%85%D8%AF%D9%89-%D9%85%D8%B4%D8%B1%D9%88%D8%B9%D9%8A%D8%A9-%D9%82%D9%86%D9%88%D8%AA-%D8%A7%D9%84%D9%88%D8%AA%D8%B1-%D9%81%D9%8A-%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%86-%D9%88%D8%BA%D9%8A%D8%B1%D9%87

Wallohu a'lam

Ada enam maal (harta) yang terkena zakat dengan ketentuannya masing-masing. Enam harta itu

Ada enam maal (harta) yang terkena zakat dengan ketentuannya masing-masing. Enam harta itu adalah:
1. Hewan ternak
2. Hasil bumi (panen)
3. Emas, perak, uang (naqd)
4. Barang dagangan
5. Barang tambang jika berupa emas atau perak
6. Rikaz (harta temuan dari peninggalan jahiliyah jika berupa emas atau perak).

▶️ Kita anggap yang ditanyakan adalah naqd saja ya, atau dengan kata lain uang.

🔖 Uang wajib zakat jika telah terpenuhi dua syarat yaitu *nishob* (senilai 84 gram emas murni 24 karat) *dan haul* (sudah dimiliki selama satu tahun qomariyah).

➡️ Sehingga tidak mesti bulan Ramadhan. Bulan apapun haulnya maka saat itulah wajib zakatnya.

🔖 Hanya saja dalam madzhab Syafi'i rahimahulloh ta'ala ada ketentuan yaitu: *Jika kewajiban harta itu karena dua sebab maka boleh menunaikan jika salah satu sebabnya telah ada.*
➡️ Sebagaimana kewajiban zakat uang ini karena dua sebab yaitu nishob dan haul maka boleh membayar zakat jika uangnya sudah sampai nishob meskipun belum sampai haulnya. Dengan ketentuan yang terapat dalam tulisan berikut ini: (ini tulisan kita yang pernah diposting di grup lain)

بسم الله الرحمن الرحيم

*TENTANG NIAT DAN MENYEGERAKAN ZAKAT*

🔖 *Niat*
Wajib berniat di antaranya demi membedakan antara zakat dan shodaqoh sunah. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda

انما الاعمال بالنيات
*Sesungguhnya amal-amal itu sesuai dengan niatnya.*

➡️ *ungkapan niat*
Semisal ini zakat hartaku, atau ini shodaqoh wajib hartaku.
⚠️ Tidak cukup hanya meniatkan ini shodaqohku karena itu tidak membedakan dengan yang sunah.

➡️ *tempat niat*
Di hati dan boleh juga diucapkan lisan untuk membantu hati.
▶️ Jika lisan salah ucap maka yang dianggap adalah yang ada di hati.
Misalnya hatinya sudah niat zakat tapi ternyata lisannya mengatakan ini infakku maka sudah sah karena yang dianggap adalah yang di hati.

➡️ *waktu niat*
Ketika memberikan kepada yang berhak atau kepada wakil jika dia mewakilkan pembagian zakat itu. Atau boleh juga mewakilkan niat itu kepada wakil.

➡️ *boleh mendahulukan niat* sebelum memberikan kepada orang miskin atau kepada wakil dengan syarat setelah dipisahkan harta zakat itu dari harta pokok.

➡️ *jika zakat diambil imam (pemimpin) maka boleh menyerahkan niat itu kepada pemimpin.* Yakni niat saat penyerahan.

➡️ *saat memberikan zakat kepada orang miskin maka tidak harus memberitahu bahwa itu zakat*. Bahkan tidak harus berkata apapun.
🔹 Namun disunahkan mengatakan dan memberitahukan agar nampak syiar zakat dan juga agar orang yang menerimanya itu tahu supaya jika dia merasa tidak berhak bisa menolaknya. Semisal dia sudah kecukupan. Karena yang tidak berhak haram menerima zakat.

🔖 *Menyegerakan zakat*
Yaitu mengeluarkan zakat sebelum akhir haul pada harta yang zakatnya dengan syarat haul. Termasuk juga zakat fithri ketika belum habis Ramadhan.

➡️ *Boleh dan menjadi zakat* dengan syarat-syarat:

1️⃣ *Hartanya sudah sampai nishob.* Semisal jumlah hewan ternak telah mencapai nishob, uang sudah senilai 84 gram emas 24 karat dan semisalnya.
▶️ Dikecualikan syarat ini pada zakat perdagangan karena pada zakat perdagangan syarat nishob hanyalah di akhir haul bukan sejak awal.

2️⃣ *Orang yang mengeluarkan zakat itu tetap berstatus sebagai wajib zakat di akhir haul*
Jika sebelum haul dia mati, atau hartanya tidak sampai nishob, atau bahkan dia menjadi fakir maka yang telah diberikan itu tidak dianggap sebagai zakat.

3️⃣ *Penerima masih termasuk kategori mustahiq di akhir haul* (mustahiq adalah yang berhak menerima).
Jika si penerima itu mati sebelum akhir haul, atau menjadi kaya (yaitu menjadi kaya dengan harta selain zakat itu), atau menjadi murtad misalnya maka yang telah diberikan itu tidak dianggap sebagai zakat.

➡️ Jika tidak terpenuhi syarat-syarat ini dan yang telah diberikan itu tidak dianggap sebagai zakat maka boleh diminta kembali jika masih ada dan jika saat memberikan itu menyebutkan bahwa itu adalah zakat yang disegerakan.

⚠️ Bagi yang mengurusi harta anak yatim atau belum baligh atau harta orang gila maka tidak boleh menyegerakan zakatnya.

Wallohu a'lam

Rujukan utama:
📙 Taqrirotus Sadidah fil Masailil Mufidah

Mawqif Ibnu Taimiyyah terkait Qunut Witir adalah khiyar (memilih); dari awal ramadhan, OK. Dari tengah, OK. Gak samasekali juga OK. Baginya perkaranya luas.

Mawqif Ibnu Taimiyyah terkait Qunut Witir adalah khiyar (memilih); dari awal ramadhan, OK. Dari tengah, OK. Gak samasekali juga OK. Baginya perkaranya luas.
Ustadz Muchamad teguh Azhar 

Sesungguhnya ucapan sumpah para malaikat yang ada di langit adalah kalimat demi zat yang menjadikan seorang pria itu makin tampan dengan jenggot dan menjadikan perempuan semakin menawan dengan jalinan rambutnya”

Abu Hurairah suatu ketika pernah berkata,

إن يمين ملائكة السماء والذي زين الرجال باللحى والنساء بالذوائب

Sesungguhnya ucapan sumpah para malaikat yang ada di langit adalah kalimat demi zat yang menjadikan seorang pria itu makin tampan dengan jenggot dan menjadikan perempuan semakin menawan dengan jalinan rambutnya” (Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir tahqiq Abu Said Umar bin Gharamah al ‘Amrawi, juz 36 hal 343, terbitan Darul Fikr Beirut tahun 1416 H)



Sumber https://rumaysho.com/10745-kisah-barirah-dan-mughits-cinta-yang-bertepuk-sebelah-tangan.html

keutamaan tasbih di bulan ramadhan

Senin, 26 April 2021

Sesungguhnya keberkahan seseorang itu adalah mengajarkan kebaikan di mana saja ia berada dan memberikan faidah kepada siapapun yang berkumpul dengannya. Allah Ta’a mengabarkan tentang nabi Isa Al Masih:“Dan Dia menjadikanku diberkahi di mana saja aku berada.” (Maryam: 31)Artinya mengajarkan kebaikan, berdakwah kepada Allah, dan menganjurkan untuk menaati-Nya. Ini adalah keberkahan seseorang.

Reposted from Ustadz Abu Yahya Badru Salam Hafidzahullah.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

فَإِن بركَة الرجل تَعْلِيمه للخير حَيْثُ حل ونصحه لكل من اجْتمع بِهِ قَالَ الله تَعَالَى إِخْبَارًا عَن الْمَسِيح {وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْن مَا كنت} أَي معلما للخير دَاعيا إِلَى الله مذكرا بِهِ مرغبا فِي طَاعَته فَهَذَا من بركَة الرجل وَمن خلا من هَذَا فقد خلا من الْبركَة ومحقت بركَة لِقَائِه والاجتماع بِهِ بل تمحق بركَة من لقِيه وَاجْتمعَ بِهِ فَإِنَّهُ يضيع الْوَقْت فِي الماجريات وَيفْسد الْقلب

“Sesungguhnya keberkahan seseorang itu adalah mengajarkan kebaikan di mana saja ia berada dan memberikan faidah kepada siapapun yang berkumpul dengannya. Allah Ta’a mengabarkan tentang nabi Isa Al Masih:
“Dan Dia menjadikanku diberkahi di mana saja aku berada.” (Maryam: 31)
Artinya mengajarkan kebaikan, berdakwah kepada Allah, dan menganjurkan untuk menaati-Nya. Ini adalah keberkahan seseorang.
Siapa yang kosong dari ini berarti ia telah kosong dari barokah. Dan dicabut keberkahan bertemu dan berkumpul dengannya. Bahkan orang yang bertemu dan berkumpul dengannya pun tidak mendapat keberkahan. Maka sia-sia waktu bersamanya dan merusak hati.”
(Risalah ibnu qayyim hal. 5)
https://www.facebook.com/100005503590633/posts/1663225430537561/