Rabu, 05 Juni 2019

Pondasi dakwah salafiyah

Pondasi Dakwah Salafiyah

1. Sangat perhatian untuk senantiasa menuntut ilmu syar'i, dan memperdalam agama

2. Semangat untuk memprakrekkan agama islam

3. Berdakwah di jalan Allah dengan landasan ilmu

4. Sangat perhatian dengan Aqidah para salafus soleh (secara ilmu, amal dan dakwah)

5. Sangat perhatian dengan sunnah Nabi, mengamalkan dan mendakwahkan nya

6. Sangat erat hubungannya dengan Ulama-ulama Ahlussunnah wal Jamaah

7. Menjauhi hizbiyyah (berkelompok-kelompok) dan gerakan-gerakan islam yang sembunyi-sembunyi

8. Mengikuti Al-Quran, Assunnah dan Ijma para salaf dalam Bermuamalah dengan para imam (ulama) dan para pemimpin

9. Membantah penyeru kebidaahan dan memperingatkan manusia dari bahayanya (tahdzir)

10. Berusaha mengikuti Al-Quran dan sunnah pada segala urusan dan keadaan kita.

Lihat : Kitab Ushul Ad-Dakwah As-Salafiyyah karya Syaikh Abdussalam Barjas

_Abu Yusuf _

Selasa, 04 Juni 2019

Kisah seorang istri yg bisa membuat suaminya tergila gila padanya

Bismillah

KISAH SEORANG ISTRI YANG BISA MEMBUAT SUAMINYA TERGILA-GILA PADANYA..

*Kisah seorang istri yang bisa membuat suaminya tergila-gila padanya.."*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📋✏ Ustadz Abu Fairuz Ahmad

Seorang Ayah bercerita pd anak perempuannya,

Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab :

“Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri
ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta !
Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !
Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.
Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:

“Lantas apakah rahasia nya..?”

Wanita itu menjawab:

“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf.
Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:

“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.
Setelah ia tenang, aku katakan padanya;
'Apakah sudah selesai?'
Selanjutnya aku keluar….
Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.
Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan?
Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :

“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda.
Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:

“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.
Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.

Wanita itu berkata:

“Tidak...

Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :

“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.
Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”

“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

*“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.*
*Dan sejatinya antara suami istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.*
*Harga diri apa lagi..?!!*
*Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”*

Senin, 03 Juni 2019

Nasehat dimalam terakhir ramadhan 1440

📋 Catatan SIDUTA

NASEHAT DI MALAM TERAKHIR RAMADHAN 1440 H

قال أ. د. الشيخ سليمان بن سليم الله الرحيلي -حفظه الله- :

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Salimullah ar-Ruhaili -hafidzahullah- berkata:

فعلينا أحبتي أن لا ننبهر بأمور الدنيا، و أن نعلم أن في الدنيا جنة لا يدخل جنة الاخرة من لم يدخلها، و هذه الجنة التي في الدنيا هي جنة الطاعة هي جنة طاعة الله و رسول الله -صلى الله عليه وسلم- و طاعة من أمرنا الله بطاعته، و هي جنة القربة الى الله.

Wahai orang yang kucintai, hendaknya kita tidak larut dengan urusan dunia. Dan hendaknya kita mengetahui bahwa di dunia ini ada surga, barangsiapa yang tidak memasukinya di dunia maka dia tidak masuk surga di akhirat, surga di dunia adalah surga keta'atan, yaitu ketaatan kepada Allah dan Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- serta mentaati siapapun yang Allah perintahkan kita untuk mentaatinya, itulah surga qurbah (kenikmatan mendekatkan diri kepada Allah -pent).

فوصيتي لنفسي و اخواني أن نجتهد ما استطعنا في طاعة الله -سبحانه و تعالى-.

Maka, aku berwasiat untuk diriku sendiri dan saudara-saudaraku agar kita bersungguh-sungguh untuk mentaati Allah semampu kita,

و من أجمل الكلام ما قاله بعضهم من: "أن من جعل أيام حياته كأيام رمضان جعل الله له آخرته كالأعياد",

Dan diantara perkataan yang indah yang terucap oleh sebagian mereka adalah: "Barangsiapa yang menjadikan hari-harinya di dunia seperti hari-hari di bulan Ramadhan, maka kelak  Allah akan menjadikan  akhiratnya seperti hari raya (ied)".

من اجتهد في طاعة الله كما يجتهد الناس في طاعة الله في رمضان فإن الله يجعل آخرته له عيدا كعيد الناس بعد رمضان.

(Artinya) Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam mentaati Allah sebagaimana manusia bersungguh-sungguh untuk mentaati Allah di bulan Ramadhan, maka Allah akan menjadikan untuknya hari raya (ied) di akhirat sebagaimana manusia berhari raya di dunia.

فالوصية أيها الإخوة أن نتقي الله عز و جل و أن نعلم أن الدنيا كلها قليل، و أن الباقي منها قليل، و أن الذي لنا منها قليل، و الله أعلم كم بقي من القليل،

Wasiat untuk saudaraku, agar kita bertakwa kepada Allah -Azza wa Jalla- dan agar kita mengetahui bahwa Dunia seluruhnya hanya sedikit, dan yang tersisa (dari kenikmatan dunia yang sedikit) semakin sedikit, dan sisa sedikit dari dunia yang menjadi jatah bagi kita lebih sedikit lagi, dan hanya Allah yang lebih tahu berapa yang tersisa dari jumlah yang sedikit tersebut.

و أن الأفراح و اللذات الحقيقية هي القادمة إذا أطعنا الله عز وجل و حققنا التوحيد و أحببنا السنة و نصرناها و تمثلناها و اجتهدنا في طاعة الله عز وجل ما استطعنا.

Dan bahwasannya kebahagiaan dan kenikmatan sesungguhnya adalah kebahagiaan di masa mendatang, (dengan syarat) jika kita mentaati Allah -Azza wa Jalla- dan mewujudkan Tauhid, mencintai Sunnah, menolongnya, mengamalkannya, dan kita berupaya mentaati Allah semaksimal kemampuan yang kita miliki

📚 ضوابط الربا, ص: ٢٨٤

📖 Diterjemahkan oleh Amir al-Kadiry dari kitab "Dzawabitur Ribaa" hal: 284, karya  Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili.

✍🏻 سلسة الدروس في التوحيد بكلاتين

Minggu, 02 Juni 2019

Minta aman sebelum minta dijauhkan dari kesyirikan

MINTA AMAN SEBELUM MEMINTA DIJAUHKAN DARI KESYIRIKAN

Untuk menunjukkan pentingnya nikmat aman, Nabi Ibrohim -'alaihissalam- mendahulukannya dalam do'a sebelum perkara besar lainnya yaitu dijauhkan diri dan keturunannya dari kesyirikan, Allah ta'âla berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
[QS. Ibrahim : 35]

Imam Syaukani -rahimahullah- menyebutkan
قدم طلب الأمن على سائر المطالب المذكورة بعده ، لأنه إذا انتفى الأمن لم يفرغ الإنسان لشيء آخر من أمور الدين والدنيا
Nabi Ibrohim -'alaihissalâm- mendahulukan meminta keamanan dari seluruh permintaan yang disebutkan setelahnya, dikarenakan kalau keamanan itu hilang manusia tidak akan bisa mengerjakan yang lainnya baik itu perkara agama atau dunia.

Sumber : https://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=66&ID=469

Sabtu, 01 Juni 2019

Idul fitri artinya kembali makan bukan kembali fitrah suci dari dosa

IDUL FITRI ARTINYA KEMBALI MAKAN, BUKAN KEMBALI KE FITRAH (SUCI DARI DOSA)

Oleh: Wira Bachrun

Menjelang hari raya Idul Fitri, mulai muncul artikel-artikel, kultum-kultum, bahkan disusul oleh khutbah-khutbah yang memaknai idul fitri sebagai hari kembali ke fitrah, suci dari dosa.

Sebagiannya lagi lebih ekstrim dalam memaknainya. Dengan menganggap bahwa dia sudah bersih dari dosa, sehingga mengatakan, "Mari kita cetak dosa yang baru.." Na'uzubillah..

Ini adalah sebuah kekeliruan yang kiranya perlu kita luruskan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ

“Hari mulai berpuasa adalah hari di mana kalian semua berpuasa. Hari Fitri adalah hari di mana kalian semua berbuka.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Albani)

Disebutkan oleh Al Allamah Ibnu Abidin dalam Raddul Mukhtar (2/165),

سُمِّيَ الْعِيدُ بِهَذَا الِاسْمِ لِأَنَّ لِلَّهِ - تَعَالَى - فِيهِ عَوَائِدَ الْإِحْسَانِ أَيْ أَنْوَاعَ الْإِحْسَانِ الْعَائِدَةَ عَلَى عِبَادِهِ فِي كُلِّ عَامٍ: مِنْهَا الْفِطْرُ بَعْدَ الْمَنْعِ عَنْ الطَّعَامِ وَصَدَقَةُ الْفِطْرِ

"Hari raya disebut sebagai ‘Ied karena di hari-hari tersebut Allah menganugerahkan berbagai jenis kebaikan pada setiap tahunnya. Di antaranya adalah kebolehan untuk makan setelah sebelumnya dilarang (di bulan Ramadhan –pent) dan juga disyariatkannya zakat fithri.."

Jadi fitri artinya kembali makan setelah sebelumnya berpuasa. Tidak ada kaitannya dengan suci dari dosa.

Di sisi lain, tidak ada yang bisa memastikan paska Ramadhan kita 'kembali ke fitrah' kita, suci kembali dari dosa.

Darimana kita bisa memastikan amalan kita di bulan Ramadhan diterima dan dosa-dosa kita diampuni Allah?

Allah ta’ala berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (An-Najm: 32)

Kata Al Imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau terhadap ayat ini,

تَمْدَحُوهَا وَتَشْكُرُوهَا وَتُمَنُّوا بِأَعْمَالِكُمْ

"Yakni janganlah kalian memuji diri sendiri dan mensyukuri diri sendiri serta membanggakan amal sendiri."

Allah juga berfirman,

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisa’: 49)

Maksudnya yang mengetahui diterima atau tidaknya amalan kita adalah Allah ta’ala sebagaimana yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Katsir..

الْمَرْجِعُ فِي ذَلِكَ إِلَى اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ  لِأَنَّهُ عَالِمٌ بِحَقَائِقِ الْأُمُورِ وَغَوَامِضِهَا.

Yakni segala sesuatu mengenai hal ini dikembalikan kepada Allah azza wajalla. Dialah yang lebih mengetahui hakikat semua perkara dan hal-hal yang rumit..

Wallahu a’lam.

Wira mandiri bachrun

Kisah persahabatan dalam perang yarmuk

KISAH SYUHADA' PERANG YARMUK

Ibnul 'Arabi berkata, " Seusai perang yarmuk, didapati 'Ikrimah bin Abi Jahl, Suhail bin 'Amr, al- Harits bin Hisyam, dan sekelompok orang dari Bani al- Mughirah dalam keadaan sekarat. Di bawakan air bagi mereka namun mereka semua saling mengoperkan air tersebut hingga semuanya wafat dalam keadaan tidak minum air tersebut. Ketika 'Ikrimah dibawakan, ia melihat bahwa Suhail bin 'Amr sedang memandangnya, maka ia berkata : " Berilah air kepadanya terlebih dahulu." Tetapi kemudian Suhail melihat al- Harits bin Hisyam sedang memandangnya, maka ia berkata : " Berilah air kepadanya terlebih dahulu." Mereka semua akhirnya wafat sebelum meminum air tersebut." ( Al- Muntazham ( IV / 123 ).

Wahai saudaraku, benarlah perkataan Ibnul Jauzi, jika kita bandingkan antara persahabatan sejati di kalangan para Sahabat dan Salafus Shalih dengan persahabatan yang ada di antara kita.
Ibnul Jauzi berkata : " Di Zaman ini nilai- nilai dan hikmah dari persaudaraan ( Ukhuwwah ) telah hilang. Yang tersisa hanyalah kisah- kisah dari Salafus Shalih. Karena itu, jika engkau mendengar tentang persaudaraan yang sejati ( di zaman ini ), maka jangan kau benarkan." ( Sebagaimana dikutip oleh Ahmad Farid dalam Mawaaqif Limaaniyyah ( hal. 443 ), dari kitab Ibnul Jauzi yang berjudul al- Hubb fillah wa Haquuqul Ukhuwwah.

Seorang penyair berkata :

سمعنا بالصديق ولا نراه   على التحقيق يو جد في الانام
واحسبه محالا جوزوه   على وجد المجاز من الكلام

Kami dengar tentang sahabat sejati,
tetapi kami tidak melihatnya....
terwujukan secara nyata di antara manusia.
Kusangka itu adalah suatu kemustahilan yang mereka sampaikan...
hanya sekedar dalam bentuk kiasan.

Ibnu 'Aun berkata, dari 'Umair bin Ishaq, ia berkata, " Kami menganggap bahwa yang pertama kali diangkat dari manusia adalah persahabatan." ( Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al- Anfaal : 63. )

Akhirnya hanya kepada Allah kami berharap.
Semoga Buku ini ( Hak- hak persaudaraan Islam ) dapat turut andil dalam memperbaiki keadaan umat Islam terutama dalam menunaikan hak- hak persaudaraan Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi Nabi Shalallahu Alaihi wasallam dan Rasul terakhir. Muhammad bin 'Abdillah Shalallahu Alaihi wasallam , beserta Sahabat, keluarga, dan para pengikutnya yang setia, baik dan benar.

Ma'had Syaikh Jamilurrahman, Yogyakarta
15 Agustus 2005 M.

Penulis : Abu 'Abdillah Muhsin Firanda Ibnu 'Abidin

#Menukil_dari_buku : Hak- hak Persaudaraan Islam

Sumber perpisahan dan perpisahan

Sumber Perpisahan dan Perpecahan

Dr facebook Ustadz fadlan fahamsyah

Ketika Menemani asy-syaikh Walid bin Saif Alu Nashr hafizhahullah (salah seorang murid al-Imam al-Albani rahimahullah) di salah satu masjid di daerah Kenjeran Surabaya, saya tanyakan kepada beliau seputar fenomena saling tahdzir antar da'i, hajr dan boikot, apa penyebab itu semua?

Beliau menjawab: semua itu karena dosa yang mereka lakukan, hendaknya mereka beristighfar dan bertaubat kepada Allah...

Kemudian beliau mengutip sabda rasulullah:

« والذي نفس محمد بيده ؛ ما تواد اثنان في الله ففرق بينهما إلا بذنب يحدثه أحدهما »  أخرجه أحمد وصححه الألباني في الإرواء 8/99

Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kemudian Allah pisahkan keduanya kecuali karena dosa yang dilakukan salah satu di antara keduanya. (HR. Ahmad dishahihkan imam al-Albani dalam al-Irwa': 8/99)

Selesai
===============

Al-Imam al-Munawi mengomentari hadits ini dan berkata: "Perpisahan atau perpecahan adalah hukuman dari sebuah dosa......"

Al-Imam al-Muzani berkata:

إذا وجدت من إخوانك جفاء ، فتب إلى الله ، فإنك أحدثت ذنبا ، وإذا وجدت منهم زيادة ود ، فذلك لطاعة أحدثتها ، فاشكر الله تعالى

Jika engkau menjumpai sifat acuh dari sahabat2mu maka segeralah bertaubat kepada Allah karena engkau telah berbuat dosa.

dan jika engkau menjumpai tambahan cinta dari mereka maka itu berasal dari ketaatan yang kau lakukan...maka bersyukurlah kepada Allah.

Al-Faidl (5/437)

Mari bertaubat dan memperbanyak istighfar, kita perbaiki hubungan kita kepada Allah agar Allah memperbaiki hubungan di antara kita.