Jumat, 17 Juli 2026

Mutiara Faedah Daurah

*Mutiara Faedah Daurah*

1. Syeikhul Islam dalam kitabnya Bayanu Talbis Jam'iyyah mengatakan bahwa semilua penafsiran ayat-ayat Al Quran dengan istilah-istilah filsafat termasuk kebid'ahan.
Asy Syathibi dalam Al Muwafaqat menyebutkan bahwa orang yang ingin menafsirkan Al Quran harus memperhatikan dua hal:
- Sesuai kaidah bahasa Arab
- Sesuai pemahaman sahabat. 
Setiap penafsiran yang tidak sesuai pemahaman sahabat dan bahasa Arab maka penafsiran yang bathil. 

2. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam taqrir masalah aqidah berbeda saat beliau membantah dengan argumentasi lawan yang seakan beliau menyetujuinya padahal tidak demikian. Hal itu seperti dalam Al Quran: Seandainya Allah punya anak, padahal Allah tidak punya anak. 

3. Setiap orang yang menolak dalil berdasarkan akal maka keimanan tidak akan mengakar dalam hatinya. 

4. Ahlu Sunnah sangat perhatian dengan dua hal:
- Metode Penetapan Dalil dengan meneliti keotentikan hadits. 
- Metode pengambilan hukum (istinbath) dari dalil.
Termasuk kesalahan, kalau dia berhasil dengan dalil yang bukan pada tempatnya, seperti kalau kita tanya kepada seseorang: Apakah tidur itu membatalkan wudhu? Dia menjawab ya, dengan dalil surat Al Ikhlash. Ini dalilnya benar dari Al Quran tapi kurang tepat dan gak nyambung. 

(Faedah Daurah Syeikh Masyhur Hasan di Batu, Rabu 15 Juli 2026)
Ustadz yusuf abu ubaidah