Untuk Yang Meniti Jalan Dakwah
Jangan pernah mengukur keberhasilan dakwah dengan banyaknya manusia yang hadir, sebagaimana jangan menganggap dakwah gagal hanya karena sedikit yang datang.
Seorang da'i tidak diperintahkan untuk memenuhi majelis dengan manusia, tetapi diperintahkan untuk memenuhi amanah dengan keikhlasan dan kebenaran.
Tugas dalam dakwah adalah menyampaikan, sedangkan hidayah adalah hak Allah semata.
Lihatlah Nabi Nuh 'alaihis salam. Beliau berdakwah selama ratusan tahun, 950 tahun dengan kesabaran yang luar biasa, siang dan malam, terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Namun, yang beriman bersamanya hanyalah sedikit.
Allah ta'ala berfirman : " Dan tidaklah beriman bersama Nabi Nuh kecuali sedikit " QS Nuh: 40
Apakah itu berarti dakwah beliau gagal?
Tentu tidak. Justru beliau adalah salah seorang rasul ulul azmi yang paling agung karena beliau telah menunaikan amanah dengan sempurna.
Sebaliknya, banyaknya pengikut bukanlah ukuran kebenaran. Betapa banyak kesesatan yang memiliki pengikut berjuta-juta, dan betapa banyak kebatilan yang dipuja oleh manusia. Allah telah mengingatkan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak mengetahui kebenaran.
Maka, jangan bersedih jika majelismu sederhana. Jangan lemah hanya karena yang hadir sedikit. Bisa jadi, satu orang yang mendapat hidayah melalui dakwah lebih berharga daripada memenuhi ruangan dengan orang-orang yang datang tanpa perubahan.
Yang Allah nilai bukanlah berapa banyak manusia yang berjalan di belakangmu, tetapi apakah engkau berjalan di atas jalan yang benar ? karena pada akhirnya, seorang da'i harus mempersiapkan jawaban kelak ketika ditanya: "Apakah engkau telah menyampaikan?" Bukan: "Berapa banyak pengikutmu?"
Teruslah berdakwah. Ikhlaskan niat, luruskan manhaj, dan bersabarlah. Sebab, kemuliaan dakwah terletak pada kebenarannya, bukan pada keramaiannya.
Ustadz abu ya'la kurnaedi