Minggu, 26 Juli 2026

Hukum Menegur/Mengingatkan Pemimpin secara Terbuka dan Perbedaan antara Nasihat dengan Pengingkaran Kemungkaran — Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah


Hukum Menegur/Mengingatkan Pemimpin secara Terbuka dan Perbedaan antara Nasihat dengan Pengingkaran KemungkaranSyaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah

  • Pertanyaan yang Diajukan : Mengenai pendalilan yang sering diulang-ulang tentang kebolehan mengingatkan/menegur pemimpin secara terbuka (di hadapan khalayak umum) , di mana sebagian orang membedakan antara nasihat dan mengingkari kemungkaran  Mereka berpendapat bahwa nasihat dilakukan secara rahasia/tersembunyi, sedangkan jika kemungkaran dilakukan secara terbuka (terang-terangan), maka pengingkaran terhadapnya juga dilakukan secara terbuka, dengan berdalil pada perbuatan Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu 
  • Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad :
    • ​Nasihat yang disampaikan secara rahasia, melalui tulisan, atau dengan menghubungi pemimpin secara langsung adalah hal yang sangat baik dan Insya Allah akan mendatangkan manfaat 
    • ​Namun, jika terjadi suatu kemungkaran yang tampak/terlihat oleh masyarakat umum , diam terhadap kemungkaran tersebut seolah-olah mengisyaratkan persetujuan atas kemungkaran itu 
    • ​Oleh karena itu, mengingkari kemungkaran dan menjelaskan bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan adalah hal yang diperlukan, sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu 
    • https://youtu.be/Q-nLn1rdKfc?si=2I1XEl3LKG3TIm9o