Jumat, 24 Juli 2026

Habisnya Umur Diam-Diam(sebuah tulisan yang indah)

Habisnya Umur Diam-Diam
(sebuah tulisan yang indah)

Seseorang berkata:
"Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, tiba-tiba aku menyadari bahwa usiaku telah mencapai 50 tahun... lalu 55... kemudian hampir 60 tahun!

Dulu, angka-angka itu terasa begitu asing bagiku. Kini aku mulai merasakan kekhawatiran terhadap kehidupan setelah usia 60 tahun.
Aku mendapati para pedagang memanggilku, 'Wahai Pak Haji,' anak-anak memanggilku, 'Paman,' dan para pemuda di toko-toko segera menyodorkan kursi agar aku bisa duduk.
Perlakuan itu memang istimewa, tetapi di sisi lain terasa sebagai pertanda bahwa usia telah bertambah.

Namun kemudian aku merenungkan perjalanan hidup manusia terbaik, Rasulullah ﷺ. Wahyu mulai diturunkan kepada beliau saat berusia 40 tahun. Beliau berjihad menghadapi orang-orang kafir pada usia 54 tahun dan terus berdakwah serta berjuang menegakkan agama Allah hingga akhir hayatnya.

Demikian pula Sayyidah Khadijah radhiallahu 'anha, beliau berada pada puncak kekuatan dan kematangannya ketika berusia 40 tahun, bahkan masih melahirkan putra-putri setelah usia tersebut.

Akhirnya aku menyimpulkan bahwa usia yang sebenarnya adalah bagaimana perasaanmu terhadap dirimu sendiri. Rasa ridha & bahagia adalah sesuatu yang berada di tanganmu, bukan di tangan hitungan hari. Karena itu, ketika engkau mencapai usia ini, anggaplah bahwa engkau sedang memasuki fase baru dari masa muda.

Mulailah menghafal Al-Qur'an, karena engkau berada pada masa kematangan akal dan kemampuan. Jagalah salat-salat sunnah rawatib, berpuasalah tiga hari setiap bulan, luangkan waktu untuk bermunajat kepada Rabbmu di 1/3 malam, dan tinggalkan jejak kebaikan agar namamu tetap dikenang dengan amal yang bermanfaat.

Tidak ada sesuatu yang lebih pantas disesali dalam hidup ini selain kelalaian kita terhadap hak Allah.

Bergembiralah karena Allah masih memberimu kehidupan pada hari yang baru. Pada hari itu engkau dapat mendirikan shalat, menanam pahala, bersedekah, dan melakukan berbagai amal saleh. Maka manfaatkanlah setiap menit, karena ia tidak akan pernah kembali.

Pada Hari At-Taghabun (Hari Penyesalan), orang yang paling besar penyesalannya adalah mereka yang menyia-nyiakan umur mereka, meskipun akhirnya mereka masuk surga.
Di antara satu derajat dengan derajat lainnya di surga terdapat perbedaan yang bisa diraih dengan membaca 1 ayat, atau 1 tasbih, 1 tahmid, atau 1 tahlil. Berdagang dengan Allah tidak ada batasnya. Maka marilah kita memanfaatkan sisa umur kita dengan sebaik-baiknya.

Inilah wasiat untuk diriku dan juga untuk kalian.
Marilah kita memanfaatkan umur kita sebaik mungkin. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:

خَيْرُ النَّاسِ مَن طالَ عمُرُه وَحَسُنَ عملُه
"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya." (HR. Ahmad & Tirmidzi)

Diterjemahkan dari status Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah 
https://x.com/i/status/2075320983024443447
===
Follow Chanel telegram & instagram Syaikh Prof.Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id

#SyaikhAshimAlQaryuti #twitulama #nasihat #kehidupan #umur #renungan