Sabtu, 18 Juli 2026

NASEHAT SYAIKH MASYHUR TENTANG ISTRI

NASEHAT SYAIKH MASYHUR TENTANG ISTRI

Diambil dari transkrip Ustadz Zaki Rakhmawan -hafizhahullaah-

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman -hafizhahullaah- berkata:

"Para ulama berkata: "Mencium mulut tidak boleh kecuali untuk istri." ...Dan ciuman termasuk di antara bentuk bermesraan yang dianjurkan oleh Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- sebelum berhubungan. Maka, sebelum berhubungan: selayaknya seorang suami bermesraan dengan istrinya. Bermesraan itu bisa dengan ucapan dan perbuatan. Dan di antara perbuatan yang paling terkenal yang boleh dilakukan seorang suami untuk bermesraan dengan istrinya adalah: ciuman.

Bahkan Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- pada hari pernikahannya dengan 'Aisyah -radhiyallaahu ta'aalaa 'anhaa- didatangkan sebuah gelas berisi susu, lalu Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- memberikannya kepada 'Aisyah untuk memuliakannya karena dia pengantin baru. Ini adalah pelajaran bagi kita para penuntut ilmu tentang bagaimana memperlakukan istri. Aisyah pun meminumnya. Setelah dia minum; maka Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- mengambil gelas itu dan mencari bekas tempat bibirnya 'Aisyah di gelas, lalu beliau minum dari tempat yang sama dengan tempat 'Aisyah minum. Beliau mengikuti bekas letak bibirnya 'Aisyah di gelas. Dan ini termasuk bentuk kelembutan kepada istri... Dan akhlak beliau memang sangat tinggi kepada para istrinya...

Ciuman dengan syahwat tidak boleh kecuali untuk istri... Adapun ciuman kasih sayang; boleh jadi engkau merasakan bahwa istrimu punya jasa besar kepadamu lalu engkau menciumnya karena sayang, meskipun tidak ada syahwat. Niatmu mencium karena sayang: (karena) engkau merasa dia punya jasa, melayanimu dan melayani anak-anakmu, maka engkau melampiaskan rasa sayang itu dalam bentuk ciuman. Tidak apa-apa. Yang mengherankan justru: sedikit sekali yang melakukan ini, bahkan di kalangan penuntut ilmu...

Telah tetap dalam sirah Nabi -shallallaahu 'alaihi wa sallam- bahwa hal pertama yang beliau lakukan jika masuk rumah adalah bersiwak... Artinya beliau memulai dengan bersiwak dulu baru kemudian mencium istrinya. Yaitu beliau membersihkan mulutnya agar bisa mencium istrinya. Ini adalah kebiasaan yang baik. Engkau masuk rumah, hal pertama yang engkau lakukan adalah mencium istrimu. Ini baik untukmu, akan menumbuhkan cinta dan menyalurkan syahwatmu dengan cara yang halal...

Dan seorang hamba tidak akan bisa menahan diri dari yang haram kecuali jika dia menemukan jalan untuk menyalurkan syahwatnya dengan cara yang halal. Maka,... salurkan syahwatmu dengan sempurna kepada istrimu yang telah Allah halalkan untukmu. Jangan mengkhayal mencari yang lain dan mengira syahwat itu ada pada selain istri. Ini adalah bisikan setan. Tempat syahwatmu adalah istrimu! Salurkan syahwatmu dengan sempurna dan nikmatilah apa yang Allah halalkan untukmu. Engkau akan bahagia dan membahagiakan istrimu juga.

Sayangnya para penuntut ilmu: “poligami” selalu diulang-ulang di lisan mereka. Mereka menjadikannya seperti senjata atau pisau untuk melukai perasaan istri dengan poligami, padahal hak-hak istri yang ada di bawah tanggungannya saja belum ditunaikan. Ini kurang akal! Ini kurang akal! 

Karena itu, nikmatilah istrimu dengan cara yang sempurna. Jadikan istrimu sebagai tempat menyalurkan syahwatmu, karena tidak ada seorang pun yang bisa menjadi tempat syahwatmu kecuali istrimu yang Allah halalkan bagimu.

Engkau bisa menemukan kasih sayang pada ibu, pada bibi, pada nenek. Dan engkau bisa menemukan syahwat pada pelacur -na’uudzu billaah-.

Tapi untuk menemukan kasih sayang dan syahwat berkumpul bersama; engkau tidak akan mendapatkannya kecuali pada istri. Istri itu adalah kasih sayang dan syahwat.

Maka salurkan syahwatmu kepada istrimu dengan cara yang paling sempurna, sampai engkau merasa cukup. Jangan menoleh ke selainnya dan jangan mencari kenikmatan pada selainnya. Nikmatilah apa yang membuatmu bahagia dan membahagiakan (istrimu).”

-Ahmad Hendrix-